Laba Adi Sarana (ASSA) Turun Tipis 3,22% di Kuartal I-2026, Bisnis Logistik Bertumbuh
JAKARTA, investortrust.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 98,47 miliar pada kuartal I-2026. Raihan ini menunjukkan penurunan tipis 3,22% secara tahunan (yoy).
Raihan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan mencapai 11% yoy menjadi Rp 1,54 triliun sepanjang Januari–Maret 2026.
Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan, pertumbuhan pendapatan didorong oleh penguatan bisnis logistik serta performa stabil pada lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas.
Baca Juga
Adi Sarana (ASSA) Lanjutkan Pertumbuhan, Potensi Kenaikan Saham 71%
“Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan perseroan periode ini,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Namun demikian, kenaikan pendapatan tersebut diikuti oleh peningkatan beban biaya operasional, sehingga laba yang diperoleh menjadi relatif terbatas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen menjelaskan, kenaikan biaya operasional merupakan dampak dari langkah strategis perseroan dalam melakukan investasi infrastruktur jangka panjang, termasuk persiapan proyek baru untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Baca Juga
Kendaraan Listrik RI Tumbuh 140%, Kemenperin Percepat Produksi Massal 2028
Dalam pengembangan infrastruktur, perseroan menambah kapasitas gudang serta melakukan digitalisasi sistem pengiriman.
“Investasi di infrastruktur inilah yang menyebabkan kenaikan biaya di awal tahun, termasuk didalamnya penambahan personil untuk melayani klien-klien B2B,” jelas Prodjo.
Secara rinci, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 1,08 triliun, meningkat dari Rp 967,21 miliar pada kuartal I-2025. Sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 225,05 miliar dari Rp 182,45 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

