Bagikan

BEI Nilai Pasar Tetap Tangguh Pasca-'Update' MSCI

Poin Penting

IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.541 meski sempat bergerak dalam rentang terbatas.
BEI menilai pasar tetap tangguh setelah reformasi transparansi yang mendorong kenaikan indeks sekitar 8%.
MSCI masih mempertahankan kebijakan sementara sambil mengevaluasi transparansi dan kualitas data pasar Indonesia.

JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) tetap menunjukkan ketahanan pasca-pengumuman MSCI Inc di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan lanjutan.

Mengacu data BEI, pada perdagangan Rabu (22/4/2026), indeks kembali ditutup melemah 17,77 poin (0,24%) menjadi 7.541. Adapun rentang pergerakan 7.513-7.578 dengan nilai transaksi Rp 15,89 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan sejak diumumkannya penyelesaian market transparency reform pada 2 April 2026, pergerakan IHSG menunjukkan tren penguatan cukup signifikan. Sejak saat itu, indeks tercatat naik sekitar 8% dari level 7.026 hingga ditutup di posisi 7.559 pada perdagangan sebelumnya.

Baca Juga

MSCI Tunda Kepercayaan, “Capital Inflow” Belum Ada, Pasar Saham Indonesia Tertekan

“Hal ini juga mencerminkan publik dan investor menyambut positif atas reform yang sudah dilakukan,” kata Nyoman kepada wartawan melalui pesan singkatnya Rabu, (22/4/2026).

Lebih lanjut, Nyoman menegaskan BEI berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi, khususnya dalam pengembangan pasar dan penguatan perlindungan investor, guna mendorong peningkatan likuiditas serta kepercayaan investor, sekaligus memastikan aktivitas perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.

Seorang investor melihat smartphone miliknya untuk memantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Source: Investortrust

Dalam pengumuman yang dirilis pada Senin (20/4/2026), MSCI Inc. mengapresiasi langkah yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai upaya untuk meningkatkan transparansi pasar modal. Meski demikian, MSCI masih menilai aspek cakupan, konsistensi, serta efektivitas data yang digunakan khususnya terkait penentuan free float dan penilaian investability perlu dikaji lebih lanjut.

Baca Juga

OJK Sambut Positif Penilaian MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Diakui Global

Dalam kerangka Index Review Mei 2026, MSCI menegaskan akan mempertahankan kebijakan sementara (interim treatment) yang telah diberlakukan sebelumnya untuk pasar Indonesia. Kebijakan tersebut, meliputi pembekuan seluruh kenaikan foreign inclusion factor (FIF) dan number of shares (NOS), penghentian sementara penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan saham ke segmen indeks yang lebih tinggi, termasuk dari kategori small cap ke standar.

Selain itu, MSCI juga mengumumkan akan menghapus saham-saham yang diidentifikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) oleh otoritas Indonesia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024