IHSG Sesi I Melesat 1,02%, Tujuh Saham ARA Dipimpin KICI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (25/8/2025), ditutup melesat sebanyak 79,98 poin (1,02%) menjadi 7.938,83. Rentang pergerakan 7.858-7.951 dengan nilai transaksi Rp 10,229 triliun.
Penguatan indeks ditopang kenaikan seluruh sektor saham setelah Gubernur The Fed mengungkap peluang pemangkasan suku bunga. Kenaikan tertinggi melanda sektor properti 3,10%, sektor teknologi 2,16%, sektor infrastruktur 2,02%, sektor keuangan 1,91%, dan sektor konsumer primer 1,29%.
Baca Juga
Gas Kembali Normal, PGN (PGAS) Pastikan Pasokan 100% untuk Industri
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) sebanyak 34,38% menjadi Rp 172, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 25% menjadi Rp 310, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) melesat 24,88% menjadi Rp 1.330, PT Remala Abadi Tbk (DATA) menguat 24,84% menjadi Rp 3.820, PT Relaince Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik 24,77% menjadi Rp 680, dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menguat Rp 24,61% 2.380.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham MFIN sebanyak 14,73% menjadi Rp 1.360, BMAS melemah 10% menjadi Rp 585, DEFI melemah 9,72% menjadi Rp 650, KARW melemah 9,64% menjadi Rp 750, dan DUTI melemah 8,59% menjadi Rp 3.510.
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup melemah sebanyak 39,52 poin (0,50%) menjadi 7.858,85. Sebaliknya pemodal asing jusrtru agresif memborong saham dengan nilai net buy mencapai Rp 2,73 triliun. Penurunan dipicu atas kejatuhan lima saham big cap pekan ini, seperti DSSA melemah 14,88%, DCII turun 5,53%, BBCA terkoreksi sebanyak 2,87%, TPIA melemah 4,62%, dan BREN turun lebih dari 2,57%.
Baca Juga
Resmi Masuk FTSE Global, Saham Emiten Hermanto Tanoko (CLEO) Diprediksi Tarik Minat Investor Global
Penurunan tersebut juga dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor utama indeks pekan inii, seperti sektor infrastruktur turun 1,79%, sektor energi melemah 1,04%. Sebaliknya sektor saham dengan kenaikan paling pesat adalah industry menguat 4,68% dan transportasi naik 3,85%.
Adapun, investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy saham mencapai Rp 2,73 triliun. Net buy terbanyak melanda saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 1,06 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 559,88 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 556,37 miliar.

