Adaro Andalan (AADI) Siapkan Buyback Saham hingga Rp 5 Triliun, Ini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan total mencapai Rp 5 triliun. Aksi korporasi ini akan berlangsung sejak 23 Mei 2025 hingga 31 Maret 2026.
Manajemen AADI dalam penjelasan resminya di Jakarta, kemarin, disebutkan bahwa seluruh dana untuk pelaksanaan buyback berasal dari kas internal. Penggunaan dana ini dipastikan tidak akan memengaruhi kemampuan keuangan perusahaan secara signifikan.
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Diproyeksi Cuan Besar, Target Harga Saham dan Laba Direvisi Naik
Manajemen perusahaan affiliasi Garibaldi Thohir ini juga menyebutkan bahwa buyback saham ini tidak akan melebihi 10% dari total modal yang ditempatkan serta tidak menyebabkan kekayaan bersih perseroan turun di bawah jumlah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.
Buyback saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026.
AADI menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas dalam merespons kondisi pasar. Selain itu, buyback diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham sehingga harga saham AADI dapat lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
Baca Juga
Tak hanya itu, aksi ini ditujukan untuk memberikan tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja perseroan.
Manajemen AADI meyakini bahwa pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja maupun pendapatan perusahaan. Hal ini didukung oleh posisi saldo laba dan arus kas yang dinilai mencukupi untuk mendanai aksi tersebut. Namun demikian, jika seluruh anggaran buyback digunakan, maka total aset dan ekuitas perseroan berpotensi berkurang hingga Rp 5 triliun.

