Harga Minyak Global Melambung, Menkeu Klaim Defisit APBN 2026 Terkendali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa defisit APBN 2026 tetap terkendali. Asumsi makro APBN 2026 menetapkan defisit sebesar 2,68% dari PDB.
“Masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” kata Purbaya, saat konferensi pers kebijakan pemerintah dalam merespons dinamika global, yang digelar daring, Selasa (31/3/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selalu menjaga anggaran berkesinambungan. Dengan kebijakan anggaran ini, pemerintah masih memiliki ruang untuk memberi bantalan sebagai antisipasi gejolak perekonomian dunia.
“Anggaran kita sekarang (Indonesia Crude Price/ICP) sampai US$ 100 (per barel) rata-rata sampai akhir tahun pun anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” kata dia.
Baca Juga
Dalam asumsi makro APBN 2026, ICP ditetapkan sebesar US$ 70 per barel. Per Februari 2026 ICP ditetapkan menjadi US$ 68,79 per barel.
Pada Kamis (27/3/2026), Purbaya menyebut bahwa telah melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi kenaikan ICP hingga US$ 100 per barel. Menurutnya, APBN masih mampu menahan kenaikan rata-rata tersebut.
“Pada waktu harga BBM naik ke level yang tinggi itu, saya diundang ke Kartanegara ditanya sama Presiden, ‘Bagaimana APBN?’ Aman Pak. ‘Oh aman? Kalau US$ 100 (per barel, red)?’ Aman Pak,” kata Purbaya, saat pelantikan pejabat eselon I, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Purbaya mengatakan sudah menghitung pergerakan harga minyak mentah dunia hingga US$ 100 per barel. Dia mengatakan ada tindakan-tindakan yang dijalankan untuk mengamankan kondisi itu.
“Dan itu belum terpublikasikan dengan baik,” kata dia.
Baca Juga
Minyak Brent Melonjak 55% Sepanjang Maret, Rekor Kenaikan Bulanan Terbesar sejak 1988
Purbaya mengatakan, APBN merupakan peredam masalah sekaligus mesin. Dia menyebut bahwa ketika harga minyak dunia naik APBN akan berupaya menyerapnya.
“Gara-gara itu BBM tidak naik, sekarang popularitas pemerintah naik kencang sekali ke atas, popularitas presiden utamanya,” ujar dia.

