Prabowo Bangun Lumbung Pangan hingga Desa, Stok Beras Nasional Capai 144% Kebutuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mendorong pembangunan lumbung pangan hingga tingkat desa dan kecamatan. Langkah ini dilakukan agar setiap daerah memiliki cadangan pangan sendiri sekaligus meningkatkan kemandirian pangan nasional.
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdikari di sektor pangan.
“Pemerintah mendorong pembangunan lumbung pangan hingga tingkat desa dan kecamatan agar setiap daerah memiliki cadangan pangan sendiri. Ini penting sebagai langkah mitigasi apabila terjadi bencana atau terputusnya akses distribusi,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, pengalaman bencana di sejumlah wilayah, termasuk di Sumatera, menunjukkan pentingnya cadangan pangan di tingkat lokal untuk menjaga stabilitas pasokan saat distribusi terganggu.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan pangan nasional menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri dalam kondisi aman. Per 9 Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai 3.743.780 ton, atau sekitar 144% dari kebutuhan nasional.
“Komoditas beras saat ini merupakan cadangan yang paling kuat,” kata Qodari.
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilaksanakan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.
Hingga 8 Maret 2026, penyaluran beras SPHP telah mencapai 7.387.270 kilogram. Distribusi terbesar dilakukan melalui instansi pemerintah dan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). Secara operasional, Gerakan Pangan Murah tahun 2026 dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan.
Baca Juga
DPD Pastikan Stok Beras 48.115 Ton di DIY Aman Jelang Lebaran
Selain itu, pemerintah juga memperkuat cadangan nasional melalui pengelolaan stok oleh Perum Bulog.
Per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat 12,5 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebanyak 11,73 juta ton.
Qodari mengatakan stok Bulog diproyeksikan akan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah memperkirakan ketersediaan beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan, bahkan tanpa memperhitungkan panen berikutnya.
Namun ia menegaskan, angka tersebut bukan berarti produksi pangan akan berhenti setelah periode tersebut.
“Artinya stok saat ini sudah sangat aman, sementara produksi akan terus berjalan sehingga cadangan akan terus bertambah,” ujarnya.

