DPD Pastikan Stok Beras 48.115 Ton di DIY Aman Jelang Lebaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan kunjungan kerja ke gudang Bulog Purwomartani, Selasa (3/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketahanan dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Idul Fitri 2026.
Wakil Ketua DPD GKR Hemas mengungkapkan kenaikan harga bahan pokok dan pangan merupakan budaya tahunan yang mungkin akan selalu terjadi. Karena itu perlu ada langkah antisipasi yang harus dilakukan.
Baca Juga
Ekspor Beras RI ke Arab Saudi Aman Meski Perang di Timur Tengah
"Kapasitas DPD di sini bukan mengawasi, tetapi membantu untuk dapat menstabilkan harga. Jogja jangan lebih bergejolak ketimbang provinsi lain. Tentunya, kita akan memastikan harga bahan kebutuhan pokok terjangkau oleh masyarakat," ujarnya dikutip Kamis (5/3/2026).
Anggota Komite II DPD RI Hilmy Muhammad mengatakan bahwa kunjungan kali ini adalah untuk mengetahui persiapan gudang Bulog DIY untuk distribusi pangan ke warga. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stok.
"Kita ingin tahu tentunya terkait dengan konsumsi untuk warga kita di DIY, sebanyak apa stok yang dimiliki, apakah sudah siap ketercukupannya. Tentunya, kita perlu mengetahui dan memastikan supaya proses distribusi ini berjalan dengan semestinya," ucapnya.
Dari lingkup Komite III, Ahmad Syauqi menyampaikan bahwa DPD RI hadir untuk memastikan keterjangkauan harga pokok bagi masyarakat terutama kelompok rentan. Kemudian, Anggota Komite IV DPD RI, R.A. Yashinta menyampaikan terdapat kenaikan harga bahan pangan menjelang Lebaran di DIY terutama pada komoditas cabai dan daging ayam. Namun, secara umum harga bahan pokok masih stabil dan tidak mengalami kenaikan di beberapa wilayah di DIY.
"Berdasar hasil pemantauan lapangan yang kami lakukan di Pasar Sleman dan Kulonprogo bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, secara umum kami melihat bahwa ketersediaan harga pokok di DIY ini masih dalam kategori terkendali. Jika, harga bahan pangan naik, mari kita cegah perilaku panic buying supaya ketersediaan bahan pokok di pasar bisa merata ke semua warga," katanya.
Baca Juga
Usai Ekspor Perdana, Mentan Targetkan Bisa Kirim 50.000 Ton Beras ke Arab Saudi
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi mengungkapkan bahwa pasokan harga pangan, seperti beras, minyak goreng, gula, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan dan tidak ada indikasi penimbunan barang. Dengan posisi stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog DIY sebesar 48.115 ton (per 1 Maret 2026), maka stok beras tersebut cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
"Untuk kegiatan operasi pasar murah demi stabilisasi pasokan dan harga pangan, kami bekerja sama dengan Dinas Perdagangan DIY. Hampir tiap minggu kebutuhan stok dan harga tetap stabil, tidak ada indikasi penimbunan," ungkap Dedi.

