Kemendag Sebut Prabowo Sudah Siapkan Lumbung Pangan Demi RI Capai Swasembada Pangan
JAKARTA, investortrust.id - Swasembada pangan menjadi target pada pemerintahan mendatang. Untuk mewujudkan itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan bahwa lumbung pangan tengah disiapkan oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Fajarini Puntodewi menyebutkan swasembada pangan tersebut menjadi program prioritas pada pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebut disampaikan wanita yang akrab disapa Punto saat ditemui usai acara diskusi Gambir Trade Talk yang bertajuk “Peluang dan Tantangan Peningkatan Kompleksitas Ekspor Pertanian Indonesia” di kawasan Jakarta Pusat.
“Maka kalau rencana periode ke depan itu kan suasana badan pangan ini kan menjadi prioritas dari Presiden terpilih. Sehingga memang sudah disiapkan lokasi-lokasi untuk menjadi lumbung pangan kita, ya mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan,” ucapnya, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga
Prabowo Targetkan Swasembada Pangan dan Energi di Era Pemerintahannya
Direktur Internasional Trade Analysis and Policy Studies (ITAPS) FEM Universitas IPB Sahara menilai pemerintah perlu mengindentifikasi keunggulan-keunggulan lahan suatu wilayah di Indonesia saat ingin memulai pembentukan lumbung pangan tersebut.
“Tadi yang saya katakan keunggulan komparatifnya, keunggulan suatu wilayah dia cocok ditanami apa. Misalnya saya bicara salak, yang ada di benak kita kan Bali, salak pondoh, karena dia memang mempunyai keunggulan komparatif di situ,” papar Sahara.
Selain itu, menurut Sahara, pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendata potensi-potensi lahan di wilayah masing-masing. Serta yang tidak ketinggalan, ia menyebutkan perlu adanya ke kemajuan teknologi untun membentuk lumbung pangan tersebut.
“Tanpa adanya teknologi yang berarti tanpa kemajuan teknologi signifikan, kita paksakan nanam salak di Bogor, kebayang enggak apa yang terjadi, pasti enggak sebagus ketika kita nanam salak di Jogja atau Bali,” terangnya.

