Purbaya: Presiden pun Keluhkan Pendapatan Negara yang Bocor
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan keluhan Presiden Prabowo Subianto mengenai pendapatan negara yang bocor. Prabowo menemukan terjadinya under invoicing di Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak.
“Beliau mengungkapkan itu berkali-kali setiap meeting. Saya sedih melihatnya,” kata Purbaya, saat melantik 40 pejabat pajak di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (6/2/2025).
Purbaya mengatakan pengumpulan pajak yang di bawah target pada 2025 masih bisa diterima karena kondisi perekonomian yang sempat melambat pada tahun lalu.
Dia pun menyampaikan harapannya pengumpulan pajak dan cukai tahun mendatang bisa lebih baik.
Baca Juga
Bersih-bersih di Ditjen Pajak, Purbaya Lantik 40 Pejabat Baru
“Saya sih mengharapkan ada perbaikan tax collection rate yang signifikan dari 9% menjadi mungkin 11-12% untuk tahun ini,” kata dia.
Menurut mantan ketua LPS ini, pengumpulan penerimaan perpajakan begitu penting bagi kinerja kementerian keuangan, karena dia tak dapat lagi berkilah di depan DPR mengenai capaian penerimaan perpajakan yang rendah di tengah pertumbuhan perekonomian yang menurutnya makin membaik.
“Kalau sampai akhir tahun tax collection rate kita nggak membaik, padahal ekonominya tumbuhnya makin baik, saya akan digebukin DPR dan saya nggak bisa bertahan lagi,” ujar dia.
Memikirkan kondisi ini, Purbaya mengaku tak bisa tidur nyenyak.
“Sekarang saja sudah susah tidur. Jadi itu, utamanya saya pikir teman-teman semua ke depan, kita bersama-sama memperbaiki kinerja pajak, keuangan secara keseluruhan,” ucap dia.

