Natal Nasional Dorong Ketahanan Keluarga sebagai Pilar Persatuan Bangsa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah dinamika sosial dan pergeseran nilai yang semakin kompleks di Indonesia, penguatan peran keluarga menjadi isu strategis bagi persatuan bangsa. Kesadaran ini yang melandasi rangkaian Natal Nasional 2025 bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga – Matius 1:21–24”.
Melalui tema tersebut, masyarakat diajak merefleksikan kembali keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai bagian rangkaian tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi tuan rumah penyelenggaraan seminar nasional 2026, yang digelar Selasa (3/2/2026).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait (Ara), menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus diwujudkan melalui langkah konkret yang berpihak pada nilai keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Makna Kebersamaan dalam Natal Nasional 2025
“Komitmen tersebut kami wujudkan melalui berbagai inisiatif sosial sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, mulai pembagian 1.000 paket pendidikan senilai Rp 10 juta per penerima di berbagai daerah, renovasi 100 gereja, penyaluran 20.000 paket sembako di 10 wilayah Indonesia, pembangunan dua jembatan di Papua, distribusi 30.000 alkitab ke seluruh Indonesia, hingga bantuan bagi para korban bencana alam,” jelas Maruarar, Selasa (4/2/2026).
Maruarar menyampaikan harapannya akan lahirnya generasi baru yang berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan. “Semoga kita semua bisa menjadi anak-anak Tuhan yang menegakkan kebenaran dan keadilan, apa pun risikonya,” ujar dia.
Sementara itu, pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James Riady menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Ia menilai kekuatan bangsa sangat bergantung pada kualitas relasi dan nilai yang dibangun dalam keluarga.
Menurut James, perubahan sosial yang berkelanjutan harus dimulai dari transformasi individu dalam keluarga, dengan membangun kehidupan yang berakar pada nilai tanggung jawab, kebenaran, dan harapan.
Baca Juga
Maruarar: Natal Nasional Digelar Sederhana Disertai Penyaluran Bantuan ke Daerah Bencana
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga kuat. Ketika relasi keluarga menghadapi tantangan, itu bukan akhir, melainkan kesempatan untuk pemulihan,” kata James Riady.
Melalui seminar nasional ini, penguatan ketahanan keluarga diharapkan dapat menjadi agenda bersama dalam membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berdaya saing menuju Indonesia yang lebih maju.

