Pertumbuhan Ekonomi 2025 di Bawah 5,2%?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 mendekati 5,2%. Dengan menggunakan prediksi ini, pertumbuhan ekonomi 2025 di bawah asumsi makro APBN 2025 yang dipatok 5,2%.
“Mendekati 5,2%. Tapi, 5,2% kurang sedikit, sekitar 5,1% berapa gitu,” kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2025 tercatat 4,87%, kuartal II-2025 sebesar 5,12%, dan kuartal III-2025 mencapai 5,04%. Dengan ancar-ancar ekonomi kuartal IV-2025 tumbuh 5,2%, berarti pertumbuhan ekonomi setahun penuh pada 2025 diperkirakan mencapai 5,06%. Angka itu di bawah asumsi APBN 2025, namun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 yang mencapai 5,03%.
Baca Juga
Indonesia-India Masuk Babak Baru Investasi, Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Jadi Taruhan?
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada dalam rentang 4,7% hingga 5,5%. Menggunakan titik tengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sekitar 5,1%, atau tak jauh dari perhitungan menggunakan proyeksi Purbaya.
Meski meleset dari target asumsi makro APBN 2025, pertumbuhan ekonomi 2025 berada di atas pertumbuhan ekonomi 2023 dan 2024, yang masing-masing sebesar 5,05% dan 5,03%.
Sementara itu, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi membaik. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 lebih tinggi daripada kuartal III-2025.
“Pertumbuhan ekonomi masih 5,04% di kuartal III-2025 dan dalam waktu yang singkat nanti minggu depan, hari Kamis (5/2/2026) akan diumumkan pertumbuhan yang diperkirakan lebih besar daripada kuartal III-2025,” ujar Airlangga.
Selain pertumbuhan ekonomi yang tangguh, menurut Airlangga, pemerintah memastikan inflasi pada 2025 berada dalam rentang asumsi APBN 2025. Inflasi pada Desember 2025 mencapai 2,92% secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga
Wow! Defisit APBN 2025 Lampaui Outlook, Tembus 2,92% dari PDB
Airlangga mengatakan, kondisi cadangan devisa sampai Desember masih kuat, setara dengan 6,2 bulan impor, yaitu US$ 156,5 miliar. Adapun defisit fiskal masih terjaga di kisaran 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Kemudian kita lihat kondisi perbankan masih baik, pertumbuhan kredit masih 9,6%, dana pihak ketiga (DPK) masih tumbuh double digit, sekitar 13,83%. Dari segi permodalan juga kuat, capital adequacy ratio (CAR) masih 25,87%” ucap dia.
Di sisi lain, kata Menko Perekonomian, rasio utang Indonesia terhadap PDB juga masih di bawah batas 60%, bahkan di bawah 40%. “Kalau kita lihat rating kita pun masih investment grade, baik dari Moody's masih BAA2, kemudian Fitch dan S&P di level BBB,” tutur Airlangga.

