Indonesia-India Masuk Babak Baru Investasi, Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Jadi Taruhan?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Hubungan ekonomi Indonesia dan India memasuki babak baru yang lebih strategis dan berorientasi pada hasil konkret. Pemerintah menilai India memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% di era Presiden Prabowo Subianto.
Duta Besar RI untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi mengatakan kerja sama kedua negara kini bergerak menuju partnership with purpose. Kemitraan ini diarahkan pada realisasi investasi nyata, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Hubungan Indonesia dan India bukan sekadar kerja sama ekonomi. Ini adalah kemitraan berbasis sejarah, kepercayaan, dan tujuan bersama,” ujar Ina secara virtual di acara India Night di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga
RI–India Perkuat Investasi Industri Baja, AI, hingga Semikonduktor
Menurut Ina, target pertumbuhan 8% bukan sekadar angka ambisius, melainkan agenda besar yang membutuhkan dukungan investasi berkualitas. Indonesia membutuhkan penciptaan sekitar 2,6 hingga 2,8 juta lapangan kerja baru setiap tahun untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Dalam konteks tersebut, India dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki potensi besar. Nilai investasi India di Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar US$ 54 miliar, meskipun sebagian besar masih tercatat melalui Singapura.
Kondisi ini, katanya, justru membuka peluang untuk meningkatkan investasi langsung dari India ke Indonesia. Ia menilai masih banyak potensi yang belum tergarap optimal, khususnya pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
Pemerintah Indonesia membuka peluang luas bagi investor India di berbagai sektor prioritas, mulai hilirisasi mineral dan kendaraan listrik, energi hijau dan terbarukan, hingga transformasi digital dan kecerdasan buatan. Selain itu, sektor kesehatan, infrastruktur, logistik, dan pariwisata juga menjadi fokus pengembangan ke depan.
Ina menyoroti semakin kuatnya sinyal pro-investasi pemerintah dengan adanya keselarasan kebijakan dan eksekusi. Peran ganda Menteri Rosan Roeslani sebagai kepala BKPM dan CEO Danantara dinilai menciptakan entry point yang jelas dan efisien bagi investor.
Baca Juga
Segera Rampung, Dubes India Sebut Integrasi QRIS-UPI Bakal Segera Diluncurkan
Ia menekankan pentingnya peran komunitas bisnis Indonesia–India sebagai jembatan kepercayaan antarnegara. Menurutnya, hubungan personal dan jejaring bisnis menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko investasi.
Ke depan, kerja sama ekonomi kedua negara diproyeksikan semakin menguat seiring rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada semester pertama 2026. Ina menilai dialog dan kemitraan yang terbangun saat ini akan menjadi fondasi penting bagi penguatan hubungan ekonomi bilateral.
“Ini bukan sekadar pertemuan jejaring bisnis, melainkan bagian dari proses membangun masa depan bersama,” pungkasnya.

