Pemerintah Bakal Gelontorkan Sekitar Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Idulfitri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menyiapkan sejumlah insentif untuk menggenjot daya beli masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan anggaran yang disiapkan untuk insentif tersebut sekitar Rp 13 triliun.
“Kisarannya Rp 13 triliun,” kata Airlangga, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Airlangga mengatakan sejumlah insentif yang diberikan di antaranya berupa diskon tarif transportasi dan bantuan sosial (bansos). Bansos yang diberikan mencakup beras dan minyak goreng Minyakita. “Beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan jalan ton. Itu sudah disiapkan,” kata Airlangga, di kantornya, di Jakarta.
Baca Juga
Jelang Idulfitri, Pemerintah Akan Tebar Stimulus Sambil Jaga Inflasi
Ia juga menyampaikan jumlah insentif dan stimulus yang diberikan pemerintah jelang lebaran tahun ini diproyeksikan bisa lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.“Mungkin jumlahnya akan lebih banyak dari sebelumnya,” kata dia.
Saat ditanya soal seberapa besar bantuan dalam bentuk beras maupun minyak goreng, Airlangga menjawab bahwa pemerintah masih dalam proses menyiapkan program. “Kita sedang siapkan juga,” kata dia.
Selain membahas sejumlah stimulus ekonomi, Airlangga dan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih bertemu untuk membahas inflasi. Dalam pertemuan tersebut terdapat Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Sekretariat Kabinet (Setkab) Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung.
“Tadi kesimpulannya, pemerintah terus menjaga agar inflasi sesuai dengan target APBN yaitu 2,5% plus minus 1%” ujar dia.

