Rupiah Menguat Kemarin, Purbaya: Bukan karena Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, penguatan rupiah pada Senin (26/1/2026) bukan semata-mata karena terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI). Langkah yang baik dari BI menjadi salah satu efek penguatan rupiah.
Baca Juga
“Memang langkah bank sentral sudah lebih daripada yang sebelumnya saya pikir,” kata Purbaya, seusai menghadiri Indonesia Fiscal Forum 2026, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Purbaya menjelaskan pihaknya menyerahkan upaya pengendalian rupiah ke BI. Dia percaya bahwa BI mampu dan memberi penguatan rupiah. “Apalagi kalau saya lihat dolar (AS) akan cenderung dilemahkan di pasar global. Yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh,” kata dia.
Purbaya menjelaskan conservative effort dengan menguatkan yen itu akan berpengaruh ke nilai tukar dolar AS ke sejumlah mata uang atau DXY. Dalam pantauan di papan data Bloomberg, DXY sempat jatuh ke level 97,02. Namun, pada hari ini, DXY bergerak naik ke posisi 97,14.
“Jadi, kalau kita pintar-pintar sedikit, harusnya rupiah gampang sekali diperkuat lebih jauh ladi dari level yang sekarang,” kata dia.
Baca Juga
Tak Hanya Manchester United Cicipi Kemenangan, Rupiah Juga “Menang” atas Dolar AS
Sebagai menteri keuangan, Purbaya juga memiliki kewajiban untuk memastikan program-program ekonomi berjalan dengan baik. Selain itu, dia ingin fondasi ekonomi juga terjaga membaik ke depan. “Investor melihat itu dan mereka masuk ke sini sehingga rupiah ikut menguat dengan signifikan,” ucap dia.
Eks bos Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) itu yakin arah perbaikan ekonomi tidak hanya dilihat dalam jajaran angka di atas kertas. Dia ingin terus memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.

