Rupiah Menguat, Keluar dari Zona Rp 16.900-an per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Rupiah keluar dari zona Rp 16.900-an per US$. Pada pukul 09.31 WIB, papan data Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah berada di posisi Rp 16.843 per US$ atau menguat 53 poin.
Penguatan rupiah ini terjadi seiring melemahnya indeks mata uang AS atau DXY yang turun di posisi 98,34.
Penguatan terhadap dolar AS juga terjadi pada dolar Singapura yang menguat 0,06%, peso Filipina menguat 0,20%, ringgit Malaysia sebesar 0,48%, dan rupee India yang menguat 0,09%. Penguatan juga terlihat pada yuan China sebesar 0,07%.
Sementara itu, mata uang negara lainnya seperti euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya melemah. Euro melemah 0,06% dan poundsterling melemah 0,03%. Yen Jepang juga melemah sebesar 0,11%. Kondisi serupa juga dialami won Korea Selatan yang melemah sebesar 0,22%.
Baca Juga
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan berkurangnya tekanan Presiden AS, Donald Trump dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland.
Trump juga mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak akan dilakukan. Harga emas ditutup di level US$ 4.830, naik sebesar 1.4%.
Bloomberg melaporkan bahwa Trump mengatakan dia akan mundur dari pemberlakuan tarif pada barang-barang dari negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland. Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat dan Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) telah "membentuk kerangka kesepakatan masa depan sehubungan dengan Greenland." Meski Trump tidak merinci parameter dari apa yang disebut "kerangka kerja," dan tidak jelas apa isi kesepakatan tersebut.
Di dalam negeri AS, seperti diberitakan investortrust.id, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ketiga sedikit lebih kuat dibandingkan estimasi awal dan berada di sekitar level tertinggi dalam dua tahun, berdasarkan data pemerintah yang dirilis tertunda pada Kamis (22/1/2026).

