BI Akan Kembalikan Kedigdayaan Rupiah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan bank sentral terus mendorong pertumbuhan ekonomi ke level potensialnya. Selain itu, BI juga berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Kepercayaan diri bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah berangkat dari masih terbukanya arah penguatan mata uang Garuda karena fundamental ekonomi yang relatif terjaga.
“Fundamentalnya kalau dibandingkan dengan negara lain, kita masih bisa lebih baik dan defisit rasio kita terkendali,” kata Destry, di acara Starting Year Forum 2026 yang digelar Infobank, Kamis (22/1/2026).
Selain itu, Destry menyatakan Indonesia juga memiliki cadangan devisa yang relatif tinggi. Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$ 156 miliar.
Tak hanya itu, Destry juga melihat defisit APBN pemerintah masih terjaga di bawah 3% dari PDB.
“Jadi, artinya, disiplin-disiplin fiskal-moneter itu semua terjaga,"kata Destry, sehingga nilai tukar rupiah juga punya ruang penguatan yang cukup.
Baca Juga
Rupiah Melemah, Istana Instruksikan Perkuat Fundamental Ekonomi dan Dorong Sektor Riil
BI, kata Destry, juga menggunakan berbagai instrumen yang dimiliki untuk menjaga stabilitas rupiah. BI juga akan melakukan ekspansi moneter dengan memberikan Kredit Likuiditas Makroprudensial sebesar Rp 388 triliun kepada perbankan yang ingin menyalurkan pada sektor tertentu.
“Kemudian, kita juga melakukan pembelian SBN di pasar primer dan sekunder. Kalau primer ya untuk jangka pendek, karena itu diperbolehkan oleh undang-undang. Tapi kalau di atas 1 tahun kita hanya beli di pasar sekunder,” jelas dia.
Per pekan lalu, BI telah membeli sebanyak Rp 17,3 triliun SBN di pasar sekunder dan pasar primer.
“Jadi, artinya BI punya komitmen, kita akan masuk dan kita akan provide liquidity untuk menggerakkan perekonomian,” jelas dia.

