Rupiah Bergerak Positif, Seiring Melemahnya Indeks Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 32 poin ke posisi Rp 16.904 per US$ pada Kamis (22/1/2026), di tengah indeks Dolar AS atau DXY yang bergerak turun 0,03 poin ke 98,73.
Merespons penurunan dolar AS, hampir seluruh mata uang negara bergerak menguat. Yuan China, rupee India, peso Filipina, dan dolar Singapura serempak menguat terhadap dolar AS.
Yuan menguat 0,04%, rupee menguat 0,15%, peso Filipina menguat 0,16%, dan dolar Singapura menguat 0,08%.
Euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya menguat masing-masing 0,08% dan 0,05%.
Sementara itu, yen Jepang melemah 0,21% dan won Korea melemah 0,29%.
Baca Juga
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa ia dan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte telah mencapai kerangka kerja untuk perjanjian masa depan terkait Greenland. Trump tidak lagi akan memberlakukan tarif hukuman terhadap negara-negara Eropa seperti yang sebelumnya diancamkan.
Trump juga sebelumnya menyampaikan dalam pidatonya di World Economic Forum di Davos bahwa ia tidak akan berupaya memperoleh Greenland dengan cara kekerasan.
Sementara itu, harga emas turun lebih dari 1% ke sekitar US$ 4.780 per ons. Harga emas terkoreksi dari rekor tertinggi pada sesi sebelumnya setelah Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa terkait Greenland. Dia menyatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai untuk menyelesaikan sengketa pulau Arktik tersebut dan menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer, sehingga meredakan kekhawatiran atas potensi aksi militer AS dan menurunkan risiko geopolitik.
Penjualan rumah tertunda (pending home sales) di AS anjlok tajam sebesar 9,3% mtm pada Desember 2025, penurunan terbesar sejak April 2020. Angka ini berbalik dari kenaikan 3,3% pada November dan jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan tipis 0,3%.
Rupiah diproyeksikan menguat dengan rentang perdagangan Rp 16.910-16.995 per US$.

