Rupiah Tertekan Dolar AS di Selasa Sore, Bertengger di Rp 16.762 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa sore (6/1/2025). Rupiah terjerembab makin dalam di posisi Rp 16.762 per US$. Sebelumnya, menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR, pada Senin (5/1/2025), mata uang Garuda berada di posisi Rp 16.748 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pengaruh intervensi AS masih menjadi perhatian pasar. Terutama setelah Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden menggantikan Nicolas Maduro yang ditangkap AS.
Intelijen AS melihat sosok Rodriguez sebagai orang yang paling tepat memimpin Venezuela.
Di dalam negeri, data ekonomi AS mengungkapkan bisnis manufaktur terus menunjukkan prospek yang suram. Indeks PMI Manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) pada Desember 2025 turun menjadi 47,9. Angka ini meleset dari perkiraan 48,3 dan turun dari 48,2 pada November 2025.
Baca Juga
Rupiah Tergelincir ke Rp 16.768 per US$, Permintaan Aset Aman Meningkat
Pasar juga mengamati pernyataan Presiden Federal Reserve Minneapolis, Nael Kashkari yang tetap bersikap hawkish. Nael mengatakan bahwa inflasi tetap terlalu tinggi dan menambahkan kebijakan moneter lebih dekat ke posisi netral. Dia menggambarkan pasar tenaga kerja berada dalam lingkungan “perekrutan rendah dan pemecatan rendah”, yang menggambarkan perputaran tenaga kerja yang terbatas.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia yang naik menjadi 2,92% pada Desember 2025. Angka ini merupakan level tertinggi sejak April 2024, namun masih berada pada kisaran target Bank Indonesia yang sebesar 1,5-3,5%.
Surplus neraca perdagangan Indonesia juga menyempit menjadi US$ 2,66 miliar pada November 2025. Angka ini turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 4,34 miliar.

