Purbaya Kaji Pelibatan PNM dalam 'Debottlenecking'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengalami kesulitan mencari instrumen pembiayaan untuk mengatasi persoalan aksesibilitas pembiayaan yang dihadapi PT Mayer Indah Indonesia. Dalam sidang perdana debottlenecking yang digelar, Purbaya mengaku kesulitan untuk mengintervensi masalah keuangan korporasi.
“Sekarang instrumen saya apa untuk itu? Instrumen saya untuk membantu yang mana?” kata Purbaya saat sidang debottlenecking, di kantornya, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Purbaya mengatakan sempat menyinggung bahwa ingin menarik peran PT Permodalan Nasional Madani (Persero) ke bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang fokus pada pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan dan pendampingan.
“Itu sedang didiskusikan,” kata dia.
Purbaya juga mengatakan berencana memanfaatkan anggaran yang tak digunakan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPerben) untuk mengatasi kasus-kasus minimnya akses ke pendanaan di industri.
Baca Juga
Purbaya Gelar Sidang Debottlenecking, Selesaikan Persoalan Pengusaha
Sejatinya Kementerian Keuangan memiliki Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI untuk pembiayaan berorientasi ekspor. Sayangnya LPEI tak bisa dilibatkan mengingat orientasi bisnis PT Mayer Indah Indonesia masih untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
“Saya nggak bisa masuk ngebantu perusahaan-perusahaan yang kita anggap bagus, tapi karena misalnya dikasih flag sunset industry, bank langsung tutup (pembiayaan), walaupun jaminannya bagus,” kata dia.
Nantinya, Purbaya akan memikirkan perangkat yang dapat digunakan untuk membantu persoalan pendanaan di industri. Namun ia memastikan tak akan melibatkan bank-bank pelat merah, agar tidak mengganggu posisi bank-bank Himbara yang saat ini dilibatkan dalam kebijakan fiskal pemerintah, salahs atunya lewat kucuran dana pemerintah ke bank HImbara dan Bank Jakarta sebesar Rp276 triliun.
“Himbara-himbara saja, kita-kita saja, himbara kan profesional, commercial base. Kalau nggak, nanti saya nyampur pemerintah dan Danantara. Danantara akan kita treat sebagai komersial dan profesional,” kata dia.

