Menteri UMKM Dibebankan Target Salurkan KUR Rp320 Triliun Tahun 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, mengungkap dibebankan target tinggi terkait penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun 2026. Ia menyebut Komite Pembiayaan membebankan target penyaluran KUR sebesar Rp320 triliun tahun depan.
"Tantangan ataupun target yang diberikan oleh Komite Pembiayaan kepada kami, Kementerian UMKM, cukup luar biasa besar. Pada tahun 2026 nanti menjadi Rp320 triliun," kata dia ditemui usai menghadiri agenda Anugerah Mitra Usaha Mikro 2025 di Menara Peninsula, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Maman mengatakan, ada kenaikan sebesar Rp40 triliun dibandingkan dengan target tahun 2025. Ia menyebut, pada tahun 2025 telah dibebankan target penyaluran KUR sebesar Rp280 triliun.
Selain itu, ia menyebut Komite Pembiayaan juga memberikan target agar pengalokasian ke sektor produksi ditingkatkan menjadi 65% dari total penyaluran KUR. Sedangkan di tahun 2025, pengalokasian ke sektor produksi adalah sebesar 60% dari total penyaluran KUR.
Menindaklanjuti target tersebut, Maman memastikan Kementerian UMKM akan segera menentukan daftar sektor-sektor prioritas terkait sasaran penyaluran KUR.
"Nanti 2026 itu akan kita dorong beberapa sektor-sektor prioritas yang kita anggap bisa mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah," sebutnya.
Baca Juga
Pemerintah Beri Sinyal Penghapusan Utang UMKM Terdampak Bencana Bisa Segera Berlaku
Maman membeberkan sejumlah sektor yang akan menjadi prioritas antara lain seperti pertanian, peternakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia menyebut pemerintah akan merumuskan sejumlah insentif untuk mendongkrak sektor-sektor prioritas tersebut, sehingga diharapkan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Sejauh ini, menurutnya baru sektor ekonomi kreatif yang telah diketahui memiliki alokasi khusus penyaluran KUR. Ia menyebut pemerintah mengalokasikan sebesar Rp10 triliun untuk mendongrak sektor ekonomi kreatif.
"Pegiat ekonomi kreatif itu bisa menggunakan intellectual property-nya untuk dijadikan sebagai agunan dalam mendapatkan akses pembiayaan KUR," jelasnya.
Sementara itu ia membeberkan realisasi penyaluran KUR hingga 11 Desember 2025 mencapai Rp257,9 triliun kepada 4,38 juta debitur. Proporsi penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai 60,8%, melampaui target yang ditetapkan.
Maman mengakui sulit untuk mengejar target 100% penyaluran KUR dengan waktu yang tersisa pada tahun ini.
"Untuk sampai 100%, saya pikir enggak mungkin ya. Tapi target kualitas semua tercapai. Target dari kualitas misalnya nasabah baru, graduasi, terus alokasi sektor produksi, Alhamdulillah tercapai," pungkasnya.

