BI Catat 'Undisbursed Loan' Alami Kenaikan pada November 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan undisbursed loan atau fasilitas pinjaman yang belum dicairkan pada November 2025. Pada bulan lalu, fasilitas pinjaman yang belum dicairkan mencapai Rp 2.509,4 triliun atau 23,18% dari plafon kredit yang tersedia.
Kredit yang belum tersalurkan pada November 2025 naik 2,39% dibandingkan Oktober 2025. Pada bulan kesepuluh tersebut kredit yang belum tersalurkan mencapai Rp 2.450,7 triliun atau 22,97% dari plafon kredit yang tersedia.
“Peran kredit perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi perlu ditingkatkan,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Desember 2025, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga
Menkeu Sebut 'Undisbursed Loan' Tinggi Akibat Ekonomi Melambat
Perry mengatakan kredit perbankan pada November 2025 tercatat tumbuh sebesar 7,74% secara tahunan. Angka tersebut memang masih mencatatkan peningkatan dibanding posisi pertumbuhan kredit Oktober 2025 yang sebesar 7,36% secara tahunan.
Permintaan kredit tersebut, ujar Perry, terindikasi belum kuat karena dipengaruhi sikap wait and see dari pelaku usaha. Selain itu, belum tingginya kredit tersebut dipengaruhi optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi dan penurunan suku bunga kredit yang masih lambat.
Perry mengatakan intensif kepada perbankan yang menurunkan suku bunga atau interest rate channel yang diberikan ke perbankan belum bekerja dengan baik.
“Tecermin dari penurunan suku bunga [BI Rate] yang 150 basis poin [bps] itu baru direspons 26 bps,” kata dia.

