Menkeu Sebut 'Undisbursed Loan' Tinggi Akibat Ekonomi Melambat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tingginya undisbursed loan atau fasilitas pinjaman yang belulm dicairkan seperti yang dipaparkan Bank Indonesia pada Oktober 2025 merupakan konsekuensi langsung dari perlambatan ekonomi.
Berdasarkan data BI, fasilitas pinjaman yang belum dicairkan pada Oktober 2025 mencapai Rp2.450,7 triliun atau 22,97% dari total plafon kredit yang tersedia. Purbaya menjelaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan lemahnya penyaluran kredit di tengah ekonomi yang melambat.
“Ketika ekonominya melambat ya begitu. Kita paksakan (kebijakan penempatan dana) itu jalan, ketika uang di sistem itu harus jalan,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Kamis (27/11/2025). Hal ini ia sampaikan merespons kritik terkait kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp276 triliun ke perbankan pelat merah dan bank pembangunan daerah, justru di tengah masih tingginya porsi undisbursed loan.
Purbaya menyatakan bahwa penempatan dana pemerintah ke Himbara dan BPD merupakan instrumen penting untuk mendorong peningkatan kredit. Peningkatan kucuran kredit oleh perbakan pun diyakini pada akhirnya akan mendorong bertumbuhnya perekonomian. Menggeliatnya perekonomian inilah yang bagi Purbaya akan meningkatkan optimisme para pelaku industri, hingga akan mampu menekan tingat undisbursed loan di perbankan.
Dengan tersedianya likuiditas tambahan dari pemerintah, kata Purbaya, bank diharapkan lebih agresif menyalurkan kredit sehingga undisbursed loan dapat ditekan secara bertahap. Ia menilai, tanpa intervensi seperti ini, penyaluran kredit tidak akan bergerak di tengah situasi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.
Baca Juga
Purbaya Beberkan Penyebab Tekanan pada Penerimaan Pajak, Janjikan Perbaikan
“Ini eksperimen yang sudah dilakukan berkali-kali dan saya yakin ke depan harus kita jaga terus,” kata Purbaya. Ia juga menyebut bahwa kebijakan tersebut akan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 sekitar 0,2%, menuju kisaran 5,6% hingga 5,7%.
Menurutnya, dampak psikologis dari kebijakan ini juga penting. Ia menunjukkan kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen terhadap Kinerja Pemerintah yang sebelumnya sempat turun ke level rendah 101,5 pada Juni–Agustus 2025, namun kembali meningkat menjadi 113,3 pada September dan naik lagi menjadi 118 pada November 2025. “Ini boleh dibilang level tertinggi sepanjang sejarah,” ungkapnya.
Purbaya menjelaskan penempatan dana pemerintah ke bank himbara dan bank pembangunan daerah tersebut akan mengerek pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025. Penempatan dana pemerintah tersebut akan mengerek pertumbuhan ekonomi 0,2% dari PDB menjadi 5,6% hingga 5,7%.
Di saat yang sama, Purbaya mengeklaim penempatan dana tersebut akan menciptakan rasa optimisme masyarakat. Dia melihat Indeks Keyakinan Konsumen terhadap Kinerja Pemerintah, sebelum penempatan dana pemerintah Juni, Juli, Agustus 2025, turun ke level yang rendah yaitu 101,5. Angka itu kemudian terkerek ke 113,3 pada September 2025 dan 118 pada November 2025.
“Sehingga ketika mereka disurvei lagi, pada November 118. Ini boleh dibilang level tertinggi sepanjang sejarah,” kata dia.

