Rupiah Melemah di Awal Pekan Ketiga Desember, Investor Berhati-hati
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (15/12/2025). Rupiah melemah 18 poin atau 0,11% di level Rp 16.664 per US$.
Selain rupiah, mata uang India, rupee juga melemah terhadap dolar AS. Rupee melemah 0,06%. Pelemahan terhadap dolar AS juga terjadi terhadap poundsterling Britania Raya sebesar 0,03%.
Sementara itu, yuan China, yen Jepang, euro Uni Eropa, dan ringgit Malaysia, serta dolar Singapura mengalami penguatan signifikan terhadap dolar AS. Yuan menguat 0,05%, yen menguat 0,28%, euro menguat 0,04%, dan ringgit menguat 0,21%, serta dolar Singapura menguat 0,05%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan sejumlah investor masih berhati-hati dan mencermati data perekonomian AS. Data yang dimaksud antara lain penjualan ritel Oktober 2025, data inflasi November 2025, dan PMI Manufaktur AS dari S&P Global untuk Desember 2025.
Pemangkasan suku bunga bank sentral As, membuat indikasi pemangkasan suku bunga ke depan hanya akan terjadi sekali. Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee mengatakan para pembuat kebijakan seharusnya menunggu lebih banyak data sebelum kembali memangkas suku bunga. Meski demikian, dia mendukung pemangkasan FFR pada pertemuan September dan Oktober.
Dia mengaku tak nyaman dengan pemangkasan suku bunga yang terlalu cepat di awal, atau front-loading, dan asumsi kemajuan inflasi terbaru bersifat sementara.
Aktivitas bank sentral tetap menjadi fokus melalui pidato para pejabat the Fed, serta keputusan suku bunga dari bank sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Japan.
Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 16.620 hingga Rp 16.678 per US$.

