BI Minta Kadin Dorong Sektor Swasta untuk Manfaatkan Dana di Perbankan
Poin Penting
| ● | BI minta Kadin dorong swasta manfaatkan dana Rp 276 triliun. |
| ● | Perbankan mulai buka risk appetite seiring turunnya suku bunga. |
| ● | Permintaan kredit dinilai krusial agar likuiditas tidak kembali ke BI. |
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Gubernur Senior (DGB) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti peran swasta dalam menangkap peluang penempatan dana yang ditempatkan pemerintah senilai Rp 276 triliun ke perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit perbankan.
“Tidak mungkin hanya pemerintah yang bergerak. Kita butuh juga dorongan dari sektor swasta,” kata Destry, saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia, di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Baca Juga
Kadin Prioritaskan Perluasan Lapangan Kerja di Rapimnas 2025
Destry meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk memberikan dorongan dari sektor swasta untuk memanfaatkan dana yang tersedia di perbankan.
Destry menilai bahwa perbankan telah mulai membuka risk appetite yang dimilikinya. Ini dilakukan karena suku bunga bank sentral sudah mulau turun.
“Namun demikian, kita tunggu dari demand side-nya. Untuk bisa match dengan supply likuiditas yang ada,” kata dia.
Baca Juga
Menko Airlangga Berharap Kadin Indonesia Persiapkan Diri Hadapi IEU-CEPA
Menurut Destry, sisi permintaan menjadi faktor penting saat ini. Sebab, tanpa permintaan, perbankan tidak dapat memberikan pinjaman sehingga dana tersebut kembali ke BI atau untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN). “Ini kan yang kita nggak mau. Kami sudah membatasi di BI,” jelas dia.
Meski sudah membatasi, BI tetap memiliki fungsi sebagai lending of last resort. Fungsi ini, menurut Destry tak bisa ditolak. “Sebagai lending of las resort, kalau bank butuh pinjaman, kita harus memberikan pinjaman, namanya lending facility. Kalau dia nggak bisa place di interbank-nya kita harus terima. Namanya, deposit facility,” kata dia.

