Purbaya Beberkan Penyebab Tekanan pada Penerimaan Pajak, Janjikan Perbaikan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan penerimaan pajak yang mengalami tekanan. Sebagai gambaran, penerimaan pajak hingga 31 Oktober 2025, mencapai Rp 1.459 triliun atau 70,24% dari target outlook penerimaan pajak 2025 yang sebesar Rp 2.076,9 triliun.
“Saya banyak ditegur masalah pajak dan lain-lain seolah-olah keadaan normal,” kata Purbaya saat rapat kerja di Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak pada 31 Oktober 2024, penerimaan pajak 2025 mengalami penurunan sebesar -3,85% secara tahunan. Purbaya menjelaskan penurunan penerimaan pajak ini karena sektor riil sedang kesulitan berekspansi.
“Kalau Anda tanya, kenapa pajak turun segitu banyak? Ya waktu itu lagi susah. Kalau pebisnis lagi susah dipajakin, ribut pasti,” ujar dia.
Purbaya mengatakan perlambatan penerimaan pajak karena keadaan yang tidak normal, yang terjadi sampai September 2025. Kenaikan penerimaan pajak menurutnya mulai terjadi pada Oktober 2025.
Meski naik, Purbaya mengakui kondisi perekonomian masih dalam tekanan. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki kondisi perekonomian tersebut.
Baca Juga
Purbaya Pastikan APBN yang Dijalankan Tak Mencekik Perekonomian
“Memang, saya akui, pengumpulan pajak masih di bawah target. Akan kami perbaiki ke depan, tapi tolong diingat juga sampai September-Oktober itu kita nggak ideal kondisinya,” jelas dia.
Langkah menaikkan tarif pajak, kata Purbaya, bukan menjadi solusi bagi kondisi perekonomian yang tertekan ini.
“Saya bisa saja naikkan tarif di sana-sini. Tapi, hasilnya pasti lebih jelek daripada yang sebelumnya,” ujar dia.
Purbaya mengatakan pemberian tarif pajak dapat meningkatkan tekanan bagi sektor industri. Untuk itu, pemerintah memberikan stimulus dengan mengoptimalkan uang yang tersedia di kantong pemerintah.

