Rupiah Lanjutkan Pelemahan, Ditutup di Rp 16.732 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan, Kamis (13/11/2025), sebanyak 11 poin atau 0,06% ke level Rp 16.732. Pelemahan tersebut melanjutkan koreksi sejak awal pekan ini.
Pengamat komoditas dan valuta asing Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa berlanjutnya pelemahan Rupiah dipicu sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah pengesahan rancangan undang-undang (RUU) pendanaan di Senat AS, yang memastikan operasional pemerintahan tetap berjalan hingga 30 Januari 2026.
Baca Juga
Dipicu Crossing Saham CASA, Investor Asing Net Buy Jumbo Rp 2,91 Triliun
“Pengesahan RUU ini membantu untuk menjernihkan ketidakpastian atas permintaan bahan bakar AS, karena penutupan pemerintahan sebelumnya dapat berdampak pada aktivitas ekonomi,” ujar Ibrahim.
Selain itu, lanjut Ibrahim, perbedaan pandangan di internal The Fed juga memengaruhi arah dolar. Gubernur The Fed Stephen Mira menilai kebijakan moneter AS terlalu ketat, sementara Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic justru menghendaki agar suku bunga tetap dipertahankan.
Baca Juga
Ekonomi Digital Indonesia Tetap Tumbuh Meski Investasi Menurun, Ini Alasannya
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti defisit APBN 2026 yang diproyeksikan sekitar 2,68% terhadap PDB. Menurutnya, pemerintah bersama Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas fiskal dan moneter agar transformasi ekonomi tetap berjalan.
Dengan kondisi tersebut, Ibrahim memperkirakan, rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 16.730–Rp 16.770 per US$ pada perdagangan Jumat (14/11/2025).
