Ekonomi Digital Indonesia Tetap Tumbuh Meski Investasi Menurun, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ekonomi digital Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif meskipun nilai investasi di sektor ini menurun dalam beberapa tahun terakhir. Senior Partner Bain & Company, Aadarsh Baijal, menjelaskan fenomena tersebut merupakan hasil dari pergeseran sumber pendanaan dan perubahan strategi investor di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Baijal, data penurunan investasi dalam laporan e-Conomy SEA 2025 mencerminkan perlambatan pendanaan dari venture capital (VC) dan private equity. Namun, ia menegaskan bahwa pendanaan dari neraca perusahaan besar justru meningkat untuk memperkuat lini bisnis digital masing-masing.
Baca Juga
Google: Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Positif 14%, Hampir Sentuh US$ 100 Miliar
“Ada sumber dana lain yang tidak tercatat dalam data VC, yaitu modal dari neraca perusahaan besar yang terus berinvestasi memperkuat lini digitalnya,” ujarnya secara virtual di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Baijal menambahkan, banyak perusahaan mapan kini menggunakan dana internal untuk ekspansi digital, sementara momentum pertumbuhan ekonomi digital tetap terjaga berkat investasi besar selama satu dekade terakhir. “Lebih dari US$120 miliar telah ditanamkan dalam 10 tahun terakhir di ekonomi digital kawasan, dan hasilnya kini mulai terlihat,” tambahnya.
Selain itu, sejumlah platform digital kini sudah matang dan menghasilkan keuntungan, sementara fokus investor mulai beralih ke sektor baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur digital pendukungnya.
Baca Juga
Dipicu Crossing Saham CASA, Investor Asing Net Buy Jumbo Rp 2,91 Triliun
Menariknya, di tengah penurunan investasi, Indonesia justru memimpin dalam pertumbuhan segmen video commerce, menunjukkan kuatnya aktivitas konsumsi digital di dalam negeri.
Data Google menunjukkan waktu tonton YouTube di Indonesia meningkat 20% secara tahunan, dan 92% pengguna percaya pada kreator konten saat mengambil keputusan belanja. “Kombinasi antara kepercayaan terhadap kreator, pertumbuhan jumlah merchant, serta perilaku belanja berbasis video menjadi pendorong besar ekonomi digital Indonesia,” ujar Country Director Google Indonesia, Veronica Utami.
Dengan fondasi pasar yang besar, ekosistem kreator yang kuat, dan dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia tetap menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara.

