Rupiah Kembali Tangguh pada Kamis, Menguat 22 Poin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mencatatkan penguatan pada Kamis (6/11/2025). Rupiah menguat 22 poin di posisi Rp 16.707 per US$ berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah pada akhir Kamis (6/11/2025) terjadi karena melemahnya indeks dolar AS atau DXY ke level 100.
Ini terjadi karena meningkatnya spekulasi bahwa the Fed tidak akan memangkas suku bunga pada Desember 2025. Data ekonomi swasta yang kuat juga menopang dolar karena data ketenagakerjaan nonpertanian menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan pada Oktober.
“Ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat,” kata Ibrahim.
Baca Juga
Rupiah Menguat 11 Poin Bertengger di Posisi Rp 16.706 per US$
Ibrahim melihat pelaku pasar akan lebih fokus pada data ekonomi swasta untuk mendapatkan petunjuk mengenai ekonomi AS. Ini menjadi landasan bagi pasar untuk menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada akhir tahun.
Pemerintah AS juga berencana memangka penerbangan hingga 10% di 40 bandara bervolume tinggi. Langkah ini muncul karena government shutdown pemerintah AS masih berlaku.
“Sekitar 13.000 pengontrol lalu lintas udara dan 50.000 agen keamanan transportasi telah bekerja tanpa bayaran akibat penutupan tersebut,” kata dia.
Di dalam negeri, pemerintah berencana untuk membentuk Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah atau Redominasi Rupiah. Rencana ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025-2029.
Tujuan RUU tersebut terdiri dari empat aspek, pertama tercapainya efisiensi perekonomian, terjaganya kesinambungan perkembangan perekonomian nasional, terjaganya nilai rupiah yang stabil, dan meningkatnya kredibilitas rupiah.
Dengan rencana tersebut, rupiah disederhanakan dengan mengurangi tiga angka di belakang nol. Misalnya, Rp 1.000 menjadi Rp 1.

