Kemenkeu Ungkap 3 Kunci Sukses Tingkatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan pentingnya kebijakan fiskal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wahyu Utomo mengungkapkan, kebijakan fiskal yang tepat dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Jadi intinya kedepan kita ingin pertumbuhan tinggi, dengan cara apa? Caranya adalah kita putar ekonomi lebih cepat, dengan lebih cepat pertumbuhan akan lebih tinggi, dengan cara apa? Menurut saya, kalau kebijakan fiskal kan intinya kesejahteraan. Kesejahteraan bukan hanya mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, tapi kualitas kesejahteraan, hidupnya lebih baik. Income per kapita menjadi lebih baik, kualitas hidupnya lebih baik, kesehatan, pendidikan, kemudian lingkungan juga lebih baik," ujar Wahyu dalam acara Investortrust Economic Outlook 2025 bertajuk "Tahun 2026, Tahun Ekspansi” di The Ritz-Carlton Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Wahyu menjelaskan, ada tiga cara untuk mencapai hal tersebut. Pertama, ekonominya harus handal dan stabil.
"Untuk membuat ekonominya handal, tumbuhnya harus lebih tinggi, stabil, karena dengan tumbuh tinggi dan stabil, kue ekonominya akan membesar. Itulah basis untuk kesejahteraan," ungkap Wahyu.
Kedua, sektor riil juga harus handal. Menurut Wahyu, sektor riil yang handal adalah yang dapat menyerap tenaga kerja formal dengan gaji yang memadai. "Kombinasi itu akan menjadi basis untuk kesejahteraan," kata Wahyu.
Ketiga, sektor keuangan harus berputar cepat. Wahyu menekankan bahwa sektor keuangan harus likuid dengan biaya yang lebih murah dan fungsi intermediasi bank yang berjalan dengan baik.
"Tiga hal inilah yang akan membuat ekonomi kita lebih cepat, tumbuh lebih tinggi, dan pada akhirnya akan menghantar pada kesejahteraan," ucap Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menyebut, peran APBN juga sangat penting dalam mencapai tujuan ini. Menurut Wahyu, APBN dapat berfungsi sebagai katalis untuk sektor swasta berdaya dan sebagai trigger untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar.
"Fungsi APBN berfungsi sebagai trigger untuk mencapai skala ekonominya, sehingga market mekanisme bisa berjalan. Tapi kadang-kadang APBN juga berfungsi sebagai trigger sebagai motor penggerak pertumbuhan. Makanya kuncinya APBN-nya harus sehat.
Wahyu juga menekankan bahwa sehat bukan hanya soal defisit dan utang yang terkendali, tapi juga kemampuan APBN untuk berkontribusi terhadap perekonomian.
"Selama ini kan sehatkan dulu APBN-nya agar ekonomi tumbuh, masyarakatnya sejahtera. Tapi sekarang agak kebalik. Perekonomian tumbuh dulu tinggi agar dengan pertumbuhan yang tinggi membuat masyarakatnya sejahtera, sehingga APBN-nya menjadi sehat. Itu kira-kira logika yang kita bangun. Intinya tujuannya sama, caranya berbeda," pungkas Wahyu.

