Kemenkeu Jelaskan Alasan Terbitkan Dimsum Bond
Poin Penting
|
BUKITTINGGI, investortrust.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis Dimsum Bond, surat utang dengan denominasi renminbi (RMB) di Singapore Exchange atau SGX. Dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal PPR Suminto menjelaskan alasan penerbitan Dim Sum Bond ini.
"Dengan memanfaatkan kondisi pasar obligasi berdenominasi renminbi yang dinamis dan sentimen positif di pasar keuangan global, pemerintah mengumumkan pembukaan masa penawaran SUN berdenominasi RMB pada tanggal 23 Oktober 2025," kata Suminto, dalam keterangan resminya, Jumat (24/10/2025).
Penerbitan ini berhasil menarik minat yang luas dari investor global, termasuk investor onshore China, dengan total final orderbook mencapai RMB 18 miliar.
"Tingginya minat investor tersebut memungkinkan Pemerintah untuk menetapkan tingkat imbal hasil (yield) akhir yang lebih kompetitif dibandingkan level penawaran awal (Initial Price Guidance), dengan penurunan sebesar 45 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 40 bps untuk tenor 10 tahun," kata dia.
Dengan demikian, yield akhir untuk tenor 5 tahun tercatat sebesar 2,5%, sementara tenor 10 tahun sebesar 2,9%. Penerbitan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat potensi peningkatan investasi dari investor berbasis China di masa mendatang.
Total obligasi ini ditawarkan dalam dua kupon dengan tingkat imbal hasil sebesar 2,5% dan 2,9%. Total nilai yang ditargetkan untuk surat utang ini senilai RMB 6 miliar atau setara US$ 841,9 juta.
“Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk belanja pemerintah,” tulis laporan tersebut, diakses Jumat (24/10/2025).
Seri lima tahun bernilai RMB 3,5 miliar dengan imbal hasil 2,5%. Sementara itu, seri 10 tahun ditawarkan dengan imbal hasl RMB 2,5 miliar senilai imbal hasil 2,9%. Angka imbal hasil ini lebih rendah dengan penawaran awal sebesar 2,95% dan sekitar 3,3%.
Obligasi ini akan jatuh tempo pada 31 Oktober 2030 dan 31 Oktober 2035.
Suminto mengatakan penerbitan perdana Dim Sum Bond ini merupakan salah satu upaya dalam rangka diversifikasi pembiayaan APBN sekaligus memperluas basis investor global. Tingginya minat investor, termasuk investor domestik China, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi, prospek pertumbuhan, serta kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.
"Hasil penerbitan obligasi ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN Tahun 2025," ujar dia.
Obligasi yang diterbitkan ini memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch*, serta akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST).
Bank of China, HSBC, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Lead Managers dalam transaksi ini.

