Tekankan Konektivitas dan Efisiensi, Kadin Beri Catatan Pembangunan Palembang New Port
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan sejumlah catatan terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Palembang Baru atau Palembang New Port di kawasan Tanjung Carat, Sumatra Selatan. Proyek ini sebelumnya telah memasuki tahap penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) penyerahan hak pengelolaan lahan (HPL) oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Jumat (31/10/2025).
Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin, Carmelita Hartoto mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dalam upaya meningkatkan efisiensi logistik melalui pembangunan infrastruktur pelabuhan.
“Palembang merupakan lokasi strategis. Pemilihan Tanjung Carat untuk menggantikan Pelabuhan Boom Baru tentunya sudah melalui kajian demografi dan Amdal yang komprehensif, meminimalisir pendangkalan dan tahan terhadap tekanan arus laut,” kata Carmelita saat dihubungi investortrust.id, Senin (3/11/2025).
Meski demikian, Carmelita mengingatkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan pemerintah dalam proses pembangunan proyek tersebut. Salah satunya adalah memastikan kesesuaian antara kapasitas pelabuhan dengan potensi arus barang yang akan ditangani. “Yang utama adalah memperhatikan jenis komoditas dan volume muatan di sana. Jangan sampai pelabuhan semakin luas dan modern, tapi komoditas yang mau diangkut sedikit,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pengembangan kawasan hinterland serta konektivitas antarwilayah pendukung. “Perlu memperhatikan akses jalan darat, kereta, atau moda lainnya dari pusat produksi, seperti pabrik atau kebun menuju pelabuhan, karena konektivitas adalah kunci agar potensi yang ada bisa dimaksimalkan,” tegas Carmelita.
Selain itu, Carmelita menambahkan, agar pemerintah tetap memperhatikan pemanfaatan alur Sungai Musi dan kedalaman muara sebagai jalur transportasi batu bara dari wilayah hulu. “Transportasi sungai dan laut lebih efisien dari hinterland,” tuturnya.
Hinterland merupakan wilayah pengumpan logistik kepelabuhanan yang mencakup jalan, rel perkeretaapian, hingga kawasan industri.
Secara terpisah, Menhub Dudy Purwagandhi mendorong penerapan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam pembangunan Pelabuhan Palembang Baru. Dudy menyebut proyek tersebut akan melibatkan pihak swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Itu swasta, nanti swasta, BUMN, BUMD, itu nanti mereka yang ngelola,” katanya saat ditemui di kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) , Jakarta Selatan, Senin (3/11/2025).
Soal nilai investasi atau capital expenditure (capex), Dudy mengatakan perhitungannya masih menunggu proses detail engineering design (DED). “Belum, di aku belum ada, belum nyampe. Namun, itu melibatkan BUMN, BUMD sama swasta,” jelas Dudy.

