Cak Imin: Digitalisasi Jadi Tujuan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia, Muhaimin Iskandar menjelaskan peran digitalisasi menjadi upaya untuk pemberdayaan kemandirian ekonomi rakyat. Pemberdayaan menjadi upaya agar seluruh pembiayaan pembangunan memiliki dampak luas.
“Ekonomi dan keuangan digital adalah salah satu pilar ekosistem penting agar pemberdayaan menuju kemandirian dan kesejahteraan bangsa kita terwujud,” kata Cak Imin, sapaannya, di Festival Ekonomi dan Keuangan (Fekdi) dan Indonesia Fintech Summit dan Expo (IFSE) di JCC, Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Cak Imin mengatakan transformasi ekonomi dimulai dari cara bertransaksi masyarakat. Langkah besar tersebut dilakukan agar bangsa dapat semakin maju.
Transformasi cara belanja masyarakat menjadi lebih cepat dan mudah membuat transaksi yang berjalan membawa kemajuan ekonomi Indonesia.
“Kita harus terus mendorong inovasi seperti QRIS agar bisa menjadi bagian integral dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan, mewujudkan kemandirian, dan kesejahteraan,” jelas dia.
Untuk itulah, penguatan literasi dan inklusi digital mutlak dibutuhkan. Tanpa adanya literasi keuangan yang memadai, potensi besar ekonomi digital yang bernilai US$ 360 miliar akan menguap.
Baca Juga
Dorong Ekonomi Daerah, BI Luncurkan Katalis Percepatan, dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD)
“Karena itu, digitalisasi ekonomi dan keuangan tidak boleh berhenti kepada infrastruktur. Transformasi digital harus menyentuh literasi, perluasan akses, dan membangun kapasitas manusia,” kata dia.
Cak Imin menjelaskan diperlukannya human centered digital economy untuk mencapai transformasi digital yang baik. Dengan langkah ini, artinya, para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, menyadari cara kerja keuangan digital, memanfaatkannya, serta mampu melindungi diri dari serangan digital.
“Inklusi ekonomi digital berarti memastikan semua lapisan masyarakat dapat terlibat dan menjadi bagian dari kemajuan,” ucap dia.
Cak Imin ingin seluruh elemen bangsa bergerak dan memastikan inklusi ekonomi digital benar-benar terjadi dan cepat. “Saya berharap seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan digital benar-benar memasukkan aspek pemberdayaan di dalam sistem dan tata kelola di hari-hari yang akan datang,” kata dia.

