Penerbitan Dimsum Bond Masih Sesuai Jadwal, di Kuartal IV-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Suminto menegaskan akan meluncurkan surat utang berdenominasi renminbi yaitu Dimsum Bond pada kuartal IV-2025.
“Kita masih consider di kuartal IV,” ujar Suminto, dikutip Senin (13/10/2025).
Suminto tak ingin membocorkan kapan peluncuran Dimsum Bond tersebut. Ini karena dia memiliki protokol kerahasiaan dengan pasar modal.
“Saya enggak boleh ngomong terbitkan Dimsum Bond tanggal sekian, 20 Oktober, misalnya. Makanya, kenapa kami sampaikan normatif karena secara aturan pasar modal enggak boleh,” kata dia.
Suminto menegaskan penerbitan Dimsum Bond akan menyesuaikan kebutuhan pembiayaan kas negara. “Kita nggak boleh umumkan secara spesifik tapi kami dalam konteks strategi issuance kita di kuartal-IV,” jelas dia.
Penerbitan Dimsum Bond menjadi bagian dari diversifikasi obligasi pemerintah pada 2025.
Baca Juga
Kemenkeu Beri Sinyal Rilis Dimsum Bond dan Kangaroo Bond di Semester II-2025
Sebelumnya diberitakan, pemerintah telah menerbitkan obligasi dolar Australia atau AUD bernama Kangaroo Bond.
Berdasarkan data, Kangaroo Bond yang diterbitkan memiliki dua seri yaitu RIAUD0830 yang memiliki tenor 5 tahun dan RIAUD0835 yang bertenor 10 tahun. Hasil dari penerbitan yaitu RIAUD0830 menarik dana investasi AUD 500 juta dan RIAUD0835 menarik dana investasi sebesar AUD 300 juta.
Penawaran perdana penerbitan Kangaroo Bond pada tanggal 7 Agustus 2025. Penawaran ini berhasil menarik minat investor global, termasuk investor yang berbasis di Australia, hingga mencapai total order book sekitar AUD 8 miliar.
Tingginya permintaan tersebut memungkinkan pemerintah untuk menetapkan tingkat imbal hasil (yield) akhir yang lebih kompetitif dibandingkan level penawaran awal (Initial Price Guidance), dengan penurunan sebesar 25 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 30 bps untuk tenor 10 tahun.
Final reoffer spread masing-masing ditetapkan pada level SQ ASW +90 bps dan SQ ASW +135 bps. Dengan demikian, yield untuk tenor 5 tahun adalah 4,427%, sementara untuk tenor 10 tahun 5,380%. Penerbitan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat potensi masuknya investasi dari investor Australia di masa mendatang.

