Prasasti Yakin Penurunan Agresif BI Rate Tanpa Intervensi Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Prasasti Center for Policy Studies, menanggapi langkah agresif Bank Indonesia (BI) yang tengah dalam tren pemangkasan suku bunga acuan sepanjang tahun ini. Policy & Program Director Prasasti, Piter Abdullah, meyakini langkah tersebut murni keputusan BI tanpa adanya campur tangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Menurut saya, penurunan laju aliran oleh bank sentral merupakan kebijakan independen, bukan intervensi pemerintah," kata Piter saat menyampaikan pemaparan dalam peluncuran Prasasti Insights: Kajian 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Piter mengatakan, langkah agresif tersebut ditempuh BI lantaran adanya ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Salah satu indikator yang disebut oleh Piter adalah tingkat inflasi yang masih berada dalam kisaran.
"Malah, menurut saya, tingkat inflasi kita terlalu rendah. Inflasi yang terlalu rendah bukanlah hal yang baik," ujarnya.
Indikator selanjutnya, adalah terkendalinya nilai tukar rupiah. Ia menyebut meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan, performa mata uang Garuda cenderung masih terkendali. Sementara di sisi lain, daya beli, pertumbuhan ekonomi, dan iklim investasi membutuhkan respons dari bank sentral.
Baca Juga
Lembaga Kajian Prasasti Beri Predikat 'Cukup Baik' 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
"Jadi, saya melihat tidak ada masalah dalam hal stabilitas," sebutnya.
Mantan direktur riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia itu menambahkan, ia tetap meyakini langkah agresif bank sentral tetap mengedepankan stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.
Alih-alih karena intervensi pemerintah, ia menyebut dari sentimen eksternal, terbuka ruang bagi BI untuk melonggarkan suku bunga acuan.
"Kebijakan bank sentral tidak ada hubungannya dengan pemerintahan Prabowo dan Gibran. Salah satu masalahnya adalah dalam hal pemantauan global, tidak ada masalah dalam hal pelonggaran. Banyak bank sentral lain juga telah menurunkan laju suku bunga," jelasnya.
Diberitakan BI memutuskan pemangkasan suku bunga bank Indonesia atau BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 4,75% dalam rapat dewan gubernur (RDG) bulan September 2025. Dengan demikian, BI Rate telah dipangkas sebanyak 125 bps sepanjang tahun 2025 berjalan atau year to date (ytd).
Pada Agustus 2025, BI Rate juga telah diturunkan sebanyak 25 bps dari 5,25% menjadi 5%.

