Rupiah Melemah di Awal Pekan Kedua Oktober 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (13/10/2025). Rupiah tergelincir -13 poin atau melemah -0,08% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp 16.583 per US$, mengacu data Bloomberg.
Selain rupiah, pelemahan terjadi terhadap beberapa mata uang negara-negara di kawasan Asia. Yen Jepang melemah -0,51% terhadap dolar AS, dolar Singapura melemah -0,02%, won Korea Selatan juga tergelincir di -0,37%.
Sementara itu, yuan China menguat terhadap dolar AS sebesar 0,04%, begitupun ringgit Malaysia juga masih menguat 0,02%, dan peso Filipina menguat 0,03%, serta baht Thailand perkasa terhadap dolar AS sebesar 0,24%.
Indeks dolar AS atau DXY mengalami pelemahan pada Senin (13/10/2025) dengan turun -0,04% ke level 98,93. Pada Jumat, DXY sempat menyentuh level 99 poin, namun mulai melemah karena kekhawatiran perang tarif yang dibuat Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Seperti diketahui, Trump sempat menyatakan ingin memberikan tarif 100% terhadap seluruh produk impor asal China mulai 1 November 2025. Keputusan ini sebagai balasan atas pembatasan ekspor logam tanah jarang atau rare earth elements oleh China.
Trump menyatakan tidak ada alasan untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam dua pekan ke depan di Korea Selatan.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga menyoroti posisi investor dalam mencermati laporan indeks konsumen yang dibuat Universitas Michigan pada Oktober 2025. Dilaporkan indeks konsumen berada di posisi yang stabil, namun sedikit di atas ekspektasi pasar.
“Penutupan pemerintahan AS atau government shutdown diperkirakan masih berlanjut dan kemungkinan rilis data ekonomi utama seperti inflasi dan tenaga kerja akan tertunda, sehingga mempengaruhi prospek pemangkasan suku bunga oleh the Fed,” kata Andry.
Pada perdagangan hari ini, rupiah diperdagangkan akan bergerak pada kisaran Rp 16.530 hingga Rp 16.633 per US$.

