Menkeu Yakin Akan Ada Pembalikan Arah Pertumbuhan Ekonomi ke 5,5% yoy pada Kuartal IV-2025
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) menjelaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dibuat Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Febrio Kacaribu dengan proyeksi kuartal III-2025 sebesar 5,1% merupakan pertumbuhan tahunan yang tergolong tinggi.
“Oh 5,1%? Kalau seperti itu ya tinggi lho,” ujar Purbaya secara daring dalam taklimat media di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025).
Purbaya terkejut oleh proyeksi tersebut. Sebab, proyeksinya kuartal III-2025 pertumbuhan ekonomi lebih sedikit dari angka tersebut.
“Karena kan ada 'keributan' segala macam, sehingga kita agak terganggu. Tapi kalau 5,1% , berarti bagus,” kata dia.
Sementara itu, Purbaya cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025. Menurutnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 dapat mencapai 5,5% secara tahunan.
Proyeksi itu muncul karena sejumlah inisiatif yang dibuat pemerintah pada akhir kuartal III-2025. Salah satunya upaya untuk menggelontorkan uang sebesar Rp 200 triliun ke sistem perekonomian di September akhir.
Baca Juga
Anak Buah Purbaya Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2025 Sentuh 5,1%, Kuartal IV 5,5%
Dengan skema kucuran dana ke perbankan pelat merah ini, maka base money sudah tumbuh 13,1%.
“Biasanya nggak lama juga kredit akan tumbuh. Bahkan kalau kita lihat di Bank Mandiri, kreditnya sudah tumbuh dari 8% menjadi sekitar 11%. Saya berekspektasi akan tumbuh lebih kencang lagi,” jelas dia.
Selain itu, sumber pertumbuhan kedua yang akan digenjot Purbaya yaitu memastikan belanja kementerian atau lembaga (K/L) terserap tepat waktu. Dia bahkan mengeluarkan peringatan untuk menarik anggaran K/L yang tak mampu mempercepat realisasi belanja pada akhir Oktober 2025.
“Saya akan sebar ke program-program yang lebih siap. Jadi belanja pemerintahnya lebih kuat daripada triwulan-triwulan sebelumnya,” kata dia.
Dengan dua mesin, swasta lewat pertumbuhan kredit, pemerintah dengan belanja K/L-nya, maka belanja masyarakat akan terus tumbuh sehingga pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,5% secara tahunan.
“Ini menjadi penting, sehingga membuktikan pembalikan arah ekonomi dan langkah pertama memasuki era pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat,” ucap dia optimistis.
Ke depan, Purbaya yakin pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat karena melihat uang yang ditempatkan dalam sistem dan belanja. “Kemudian kita juga akan debottlenecking seluruh hambatan-hambatan yang ada di perekonomian. 2026 pasti akan lebih cerah dibandingkan dengan tahun 2025,” kata dia.

