Hingga Agustus 2025, Bank Indonesia Dikabarkan Jual 11 Ton Emas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) dikabarkan menjual emas simpanannya pada Juli 2025. Data World Gold Council (WGC) menyebut bank sentral Indonesia telah menjual 11 ton emas miliknya hingga 31 Agustus 2025.
“Berdasarkan data yang tersedia, Bank Sentral Rusia menjual 3 ton emas dan BI menjual 2 ton emas, menjadi dua di antara bank sentral yang menjual emas,” kata analis senior WGC Krishan Gopaul, dikutip dari laporan Kitco, Senin (6/10/2025).
Penurunan cadangan emas Rusia, kata Gopaul, diduga karena program pencetakan koin negara tersebut.
Dilaporkan data Trading Economic, kepemilikan cadangan emas Indonesia pada kuartal I-2025 mencapai 78 ton. Hingga berita ini dibuat, BI belum mengkonfirmasi penjualan total cadangan emas hingga 31 Agustus yang mencapai 11 ton.
Laporan ini terjadi di tengah sejumlah bank sentral menambah cadangan emasnya pada Agustus 2025. Gopaul menjelaskan setelah sempat berhenti pada Juli, sejumlah bank sentral membeli emas dalam jumlah besar pada Agustus. Bank Sentral Kazakhstan, Bulgaria, dan El Salvador tercatat menjadi pembeli emas pada 2025.
Baca Juga
“Bank-bank sentral menambah total bersih 15 ton ke dalam cadangan emas global pada Agustus, berdasarkan data yang dilaporkan IMF dan masing-masing bank sentral,” tulis Gopaul.
Angka ini sejalan dengan rata-rata pembelian bersih bulanan antara Maret dan Juni, serta menandakan kembalinya tren pembelian setelah cadangan emas global tidak berubah.
“Reli harga emas baru-baru ini, yang mencapai rekor tertinggi sepanjang tahun ini, kemungkinan masih menjadi faktor pembatas dalam tingkat pembelian bank sentral,” jelas dia.
Meski melambat, kata Gopaul, pembelian emas akhir-akhir ini justru menunjukkan bahwa bank sentral tetap ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam menyimpan emas.
Terdapat tujuh bank sentral, dalam catatan WGC, yang membeli cadangan emas selama Agustus 2025. Bank Nasional Kazakhstan menambah 8 ton sehingga cadangan emasnya mencapai 316 ton, naik 32 ton dibandingkan akhir 2024.
Bank Nasional Bulgaria meningkatkan cadangan emasnya sebesar 2 ton, sehingga total cadangan emasnya menjadi 43 ton. Sementara itu, Bank Sentral Turki menambah 2 ton cadangan emas sehingga cadangan emas mereka naik 639 ton.
Bank Rakyat China melaporkan pembelian 2 ton cadangan emas. Dengan penambahan ini, total kepemilikan emas China mencapai 2.300 ton. Meski demikian, cadangan emas ini hanya 7% dari total cadangan devisa China.
Bank Sentral Uzbekistan menambah 2 ton emas sehingga total cadangan emasnya sebesar 366 ton. Angka ini masih rendah 17 ton dibandingkan cadangan emas akhir 2024.
Penambahan emas juga terpantau dilakukan Bank Nasional Ceko dengan tambahan 2 ton emas dan Bank Sentral Ghana yang membeli 2 ton emas. Sementara itu, Bank Nasional Ghana mengkonfirmasi akan terus menaikkan cadangan emas. Mereka telah membeli 67 ton emas sepanjang 2025 sehingga total kepemilikan emas negara itu mencapai 515 ton emas.
Bank Sentral El Salvador dilaporkan membeli 13.999 ons, atau kurang dari 0,5 ton emas, sebagai cadangan emas pada September 2025.

