BPS: Emas Jadi Penyumbang Inflasi 25 Bulan Berturut-turut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa komoditas emas menjadi penyumbang inflasi selama 25 bulan berturut-turut sejak September 2023.
“Harga emas dalam bulan ke bulan dalam kurun waktu dua tahun terakhir terlihat harga emas terus meningkat secara month to month (mtm) sehingga memberikan andil inflasi di bulan September sebesar 0,08% bahkan memberikan kontribusi sebesar 9,95% dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Amalia saat rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2025, di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Menurut Amalia, dalam 25 bulan terakhir, emas mengalami inflasi. Artinya, terjadi kenaikan harga emas dalam kurun waktu tersebut.
“Bahkan inflasi emas perhiasan September 2025 merupakan inflasi tertinggi dalam lima bulan terakhir yang mencapai 1,24% secara month to month,” kata dia.
Dengan kondisi ini, komoditas emas turut menyumbang inflasi inti yang sebesar 0,18%. Inflasi inti sebesar 0,18% secara bulanan turut menyumbang inflasi September sebesar 0,11%.
Baca Juga
'Shutdown' AS Bikin Emas Makin 'Cuan', Antam Cetak Rekor Lagi
“Andil dari komponen inflasi inti ini memang disumbang yang paling besar dari emas perhiasan dan penyumbang kedua terbesar yaitu biaya kuliah,” ujar dia.
Masuknya biaya kuliah sebagai penyumbang inflasi inti September 2025, yaitu karena adanya jatuh tempo pembayaran biaya kuliah.
BPS mencatat inflasi pada September 2025 yaitu 0,21% secara bulanan, 2,65% secara tahunan, dan 1,82% secara tahun berjalan.

