Kemenkeu Optimistis Nilai Tukar Rp 16.500 per US$ di Asumsi Makro 2026 Terpenuhi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Febrio Nathan Kacaribu optimistis dengan nilai tukar sebesar Rp 16.500 per US$ yang ditetapkan dalam asumsi makro APBN 2026 akan terpenuhi.
“Jadi, kalau kita pakai asumsi Rp 16.500 itu artinya kita rata-rata selama satu tahun,” kata Febrio saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Febrio menyadari nilai tukar rupiah sangat berfluktuasi. Selain itu dampak global juga mempengaruhi kondisi ini.
“Tapi kan kita jaga nanti sekitar Rp 16.500,” ucap dia.
Menurut Febrio, tahun ini misalnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dimulai cukup tinggi pada awal tahun sebesar Rp 16.500 sampai Rp 16.700.
Baca Juga
“Pernah menguat juga ke Rp 16.200, sekarang balik lagi. Ini adalah fluktuasi yang harus terjadi,” jelas dia.
Febrio menjelaskan nilai tukar rupiah menggambarkan balance of payment. Artinya, terjadi perbandingan ekspor terhadap impor. Ekspor yang tumbuh tinggi ketimbang impor akan menciptakan surplus.
“Itu (surplus) menyumbang pada penguatan rupiah,” jelas dia.
Febrio menjelaskan Kementerian Keuangan akan selalu mengelola financial account. Proses ini akan dilakukan bersama dengan Bank Indonesia (BI).
“Kita tahu, kita ini kan koordinasi dengan kebijakan moneter. Jadi, keseimbangan itu akan kita kelola untuk fluktuasinya bisa cukup rendah,” kata dia.

