Lowongan Kerja AS Meningkat, Kurs Rupiah Merosot Rabu Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah pada transaksi valas antarbank bergerak melemah Rabu (8/1/2025) pagi, terdampak meningkatnya . Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah merosot 60 poin (0,37%) ke level Rp 16.184/USD.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) naik menjadi 108,5, pulih dari penurunan selama dua hari, lantaran data ekonomi menunjukkan Federal Reserve mungkin menghentikan pemotongan suku bunga di tengah inflasi meningkat.
"Pertumbuhan di sektor jasa AS meningkat pada Desember 2024, mendorong aktivitas bisnis dan mendorong harga ke level tertinggi sejak awal 2023. Lowongan pekerjaan juga meningkat sebanyak 259.000 menjadi 8,098 juta pada November 2024, melampaui ekspektasi dan menandai level tertinggi dalam enam bulan," katanya di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Baca Juga
Tarif Tak Melunak
Semula, Washington Post melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang akan datang sedang mempertimbangkan langkah-langkah tarif yang lebih lunak. Namun, presiden terpilih tersebut kemudian menyatakan bahwa kebijakan tarifnya tidak akan dikurangi dan menepis laporan tersebut, sebagai sesuatu yang salah.
Selain itu, investor menunggu data pasar tenaga kerja utama yang akan dirilis minggu ini. Selain laporan pekerjaan, investor akan memantau dengan saksama pidato dari pejabat The Fed dan risalah Federal Open Market Committee (FOMC).
Baca Juga
Indonesia di BRICS: Kekuatan Menengah yang Membentuk Lanskap Global
Sementara itu PMI Jasa ISM AS naik menjadi 54,1 pada Desember 2024 dari 52,1 pada November 2024, di atas ekspektasi pasar sebesar 53,3. Angka tersebut menandai ke-10 kalinya indeks berada dalam wilayah ekspansi tahun ini.
"Indeks Aktivitas Bisnis tercatat 58,2% pada Desember 2024, 4,5 ppt lebih tinggi dari 53,7% yang tercatat pada November 2024. Ini menunjukkan ekspansi bulan keenam berturut-turut dan mengakhiri tahun dengan angka tertinggi ketiga untuk tahun 2024," papar Andry.
Keluar dari Saham, Masuk SBN
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia mencatat dana asing masih keluar dari pasar saham Indonesia dengan membukukan net sell Rp 0,68 triliun pada Selasa (7/1/2025). Namun, penjualan bersih ini lebih rendah dari net sell Rp 0,92 triliun pada Senin (6/1/2025).
Aksi jual itu membuat asing mengakumulasi penjualan bersih saham month to date mencapai Rp 2,42 triliun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga Selasa malam.
Kondisi berlawanan terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Senin (6/1/2025), dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan lanjut mencatatkan pembelian neto Rp 1,42 triliun.
Secara month to date, asing sudah mencatatkan pembelian bersih Rp 2,62 triliun hingga Senin lalu.

