Rupiah Lanjutkan Pelemahan, Tembus Rp 16.607 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Rupiah mengalami pelemahan pada Senin (22/9/2025). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat posisi rupiah berada ri Rp 16.607 per US$. Rupiah terdepresiasi -29 poin atau -0,17% dibandingkan penutupan Jumat (20/9/2025).
Berdasarkan catatan Kantor Ekonom Bank Mandiri pelemahan rupiah di kisaran 0,1% sehingga rupiah diperdagangkan di angka Rp 16.605 per US$ pada pukul 17.00 WIB.
“Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 16.581-Rp 16.640 per US$” kata Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, Senin (22/9/2025).
Andry mengatakan IHSG mengalami penurunan 0,1% ke 8.040 terkoreksi dari rekor tertingginya. IHSG mengalami tekanan karena sektor keuangan dan kesehatan.
Dari sisi data, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan APBN per Agustus 2025 yang mengalami defisit 1,35% dari PDB. Ini melebar dari 0,81% pada Juni.
“Pelebaran defisit dipicu kontraksi penerimaan negara yang turun -7,8% secara tahunan sementara belanja negara tumbuh 1,5% secara tahunan,” ujar dia.
Dari eksternal, pasar masih mengkhawatirkan memburuknya pasar tenaga kerja China dan lemahnya permintaan domestik membatasi momentum kenaikan.
“Tingkat pengangguran perkotaan China naik ke level tertinggi sejak Februari dan survei menunjukkan perusahaan semakin pesimistis terkait perekrutan tenaga kerja di masa depan sejak awal 2020.

