BI Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Angka Rp 16.300 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ingin terus menstabilkan nilai tukar rupiah. Meski sempat menyentuh Rp 16.500 per US$, BI menargetkan nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.300 per US$.
“Rupiah yang kemarin pagi pernah mencapai Rp 16.560 (per US$). Alhamdulillah, hari ini, kami bisa stabilkan ke Rp 16.400. Kami akan berusaha untuk lebih rendah lagi kembali ke Rp 16.300 dan lebih kuat lagi,” kata Perry, saat rapat kerja dengan Komite IV DPD, yang digelar daring, Selasa (2/9/2025).
Perry menjelaskan ketahanan eksternal dan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil didukung oleh surplus neraca perdagangan dan aliran modal asing yang kondusif. Ini juga didukung dengan cadangan devisa sebesar US$ 152 miliar.
“Kami terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah baik intervensi di Non Delivery Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun di dalam negeri secara tunai maupun secara forward,” ujar dia.
Baca Juga
Gubernur BI Sepakati Asumsi Nilai Tukar Rupiah 2026 di Rp 16.500 hingga Rp 16.900 per US$
Perry mengatakan akan berkomitmen menjaga nilai tukar rupiah stabil dan kecenderungan menguat dengan fundamental ekonomi yang membaik.
Sebelumnya, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas rupiah.
“Bank Indonesia berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik,” kata Erwin.
Erwin mengatakan BI terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
BI juga menjaga kecukupan likuiditas rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan melalui transaksi repo, transaksi fx swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending dan financing facility.

