Pemerintah Cadangkan Rp 67 Triliun dari Anggaran MBG
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan komposisi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Sebagian dana anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) akan dicadangkan.
“Alokasi anggaran MBG 2026 mencapai Rp 335 triliun. Dialokasikan di BGN (Badan Gizi Nasional) sebesar Rp 268 triliun dan dalam bentuk cadangan sebesar Rp 67 triliun,” kata Sri Mulyani di ruang sidang paripurna, DPR, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Baca Juga
44% APBN Pendidikan untuk MBG, MPR: Agar Lebih Banyak Siswa Menikmati
Dia mengatakan bahwa MBG merupakan Astacita ketiga yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini diharapkan dapat membangkitkan ekonomi lokal dan memberikan peningkatan pada gizi anak. “Ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima. Meliputi 71,9 juta siswa dan 2,9 juta ibu-ibu hamil dan menyusui, serta 8,1 juta balita,” kata dia.
Program ini berisian dengan Astacita keempat, yaitu upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk meningkatkan SDM unggul dan berdaya saing global. Sedangkan anggaran pendidikan mencakup 20% dari total belanja negara atau mencapai Rp 757,8 triliun pada 2026.
Anggaran ini meliputi dana pendidikan yang akan ditransfer melalui transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 253,4 triliun. Anggaran ini digunakan untuk biaya operasi sekolah, biaya operasi PAUD, dan tunjangan profesi guru.
Baca Juga
Prabowo Siapkan Anggaran Rp 335 Triliun untuk MBG dan Rp 244 Triliun untuk Kesehatan
Sementara itu, anggaran pendidikan melalui kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 243,9 triliun. Dana ini dikucurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Agama, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Di dalam anggaran pendidikan ini terdapat pula anggaran MBG. Dari total Rp 268 triliun yang dianggarkan, anggaran MBG yang masuk di dalam anggaran pendidikan yaitu Rp 223,6 triliun.
“Anggaran pendidikan melalui pembiayaan sebesar Rp 37 triliun untuk dana abadi pendidikan, penelitian, dana abadi pesantren, dana abadi perguruan tinggi, dana abadi kebudayaan, revitalisasi sekolah, dan sekolah unggulan Garuda,” kata dia.

