Citi Indonesia Revisi Naik Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari 4,7% Jadi 5% di Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,7% menjadi kisaran 5% pada tahun 2025.
Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman mengungkapkan, revisi ini didorong oleh kuatnya sektor hilirisasi dan kejutan positif dari sektor pertanian. "Kami sudah merevisi naik (pertumbuhan ekonomi) mendekati 5% tahun ini. Mungkin yang kita terlewat kemarin itu adalah (data) pertumbuhan, pertama output di sektor hilirisasi yang memang datanya itu kita enggak punya dan harus menebak-nebak,” ujar Helmi dalam acara Konferensi Pers Pemaparan Ekonomi & Kinerja Keuangan Citibank, N.A., Indonesia Triwulan II 2025 di The Langham Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Helmi menjelaskan, sebelumnya tim ekonom Citi Indonesia juga terlalu rendah dalam memproyeksikan capaian sektor pertanian. Menurut Helmi, keterbatasan akses data menjadi salah satu penyebab melesetnya proyeksi awal.
“Itu juga datanya kebanyakan BPS yang menyurvei. Cuman BPS yang menyurvei. Jadi saya rasa mungkin itu sumber dari melesetnya banyak perkiraan ekonomi,” ungkap Helmi.
Lebih lanjut, Helmi menyebut, sektor hilirisasi sumber daya unggulan menjadi salah satu kunci utama pendorong ekonomi Tanah Air. Menurut Helmi, sektor pertanian juga memberikan kontribusi besar pada kuartal I 2025 dan kuartal II 2025, yang dipengaruhi oleh panen raya padi dan jagung.
Helmi menambahkan, efektivitas intervensi pemerintah dalam menjaga harga di tingkat petani juga memiliki peran penting. Di mana, hal tersebut terlihat dari Bulog yang berhasil menyerap 1,3 juta ton beras pada April 2025.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, Helmi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2025 akan melambat ke level 4,7%. Angka ini berada di bawah target APBN 2025 yang sebesar 5,2%.
Helmi mengatakan, perkiraan ini menyusul perlambatan pada kinerja ekonomi di kuartal I 2025 yang hanya tumbuh 4,87% secara tahunan (yoy).
"Kita melihatnya tahun ini memang agak slow down karena memang sudah kelihatan di kuartal I, dan katanya di kuartal II ini juga masih akan ada dampak dari lambatnya recovery dari konsumsi pemerintah. Jadi, kita expect-nya memang turun di bawah 5% tahun ini, sekitar 4,7%," ujarnya dalam acara Pemaparan Ekonomi dan Kinerja Keuangan Citi Indonesia Triwulan I 2025 di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Senin (26/5/2025).
Helmi menjelaskan, perlambatan ini dipicu oleh lemahnya konsumsi pemerintah dan menurunnya investasi yang menjadi penopang utama pertumbuhan. Menurut ia, proyeksi ini selaras dengan Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 ke kisaran 4,6-5,4%, dari yang sebelumnya 4,7-5,5%.

