Bank Dunia Revisi Naik Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 4,8% YoY
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Dunia merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025. Revisi ini muncul dalam laporan East Asia Pacific Economic Update yang terbit Oktober 2025.
Dalam laporan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 direvisi 0,1 poin persen. Awalnya, dalam laporan April 2025, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar 4,7% secara tahunan. Saat ini, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan menjadi 4,8% secara tahunan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap pada posisi 4,8% secara tahunan pada 2026.
Bank Dunia beralasan merevisi naik prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena faktor stimulus fiskal yang diberikan pemerintah. Stimulus tersebut dapat menstimulasi permintaan domestik.
“Stimulus fiskal terarah pada sektor pangan, transportasi, dan energi, dikombinasikan dengan program bantuan sosial, untuk mendukung konsumsi rumah tangga yang diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar 54% pertumbuhan ekonomi 2025-2027” tulis Bank Dunia dalam laporannya, dikutip Rabu(8/10/2025).
Pertumbuhan investasi, dalam proyeksi Bank Dunia, juga akan meningkat bertahap. Rata-rata pertumbuhan investasi mencapai 6,2% selama 2025 hingga 2027 karena pengaruh BPI Danantara, pelonggaran kebijakan moneter, hingga investasi asing langsung melalui hilirisasi, deregulasi, dan reformasi kawasan ekonomi khusus.
“Peningkatan permintaan domestik diperkirakan akan mengimbangi melemahnya kontribusi ekspor neto, seiring memburuknya terms of trade akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi China, penurunan harga komoditas, dan ketidakpastian perdagangan global yang berlanjut,” jelas laporan itu.
Meski demikian, arah dan pelaksanaan belanja pemerintah Indonesia masih menjadi perhatian utama. Implementasi kebijakan dapat mengurangi dampak positif jangka pendek.
“Fokus subsidi di sektor pangan, transportasi, dan energi, serta investasi yang diarahkan oleh negara mungkin mendorong pertumbuhan sementara, namun tidak mendukung pertumbuhan jangka panjang,” bunyi laporan tersebut.
Baca Juga
Dampak Volatilitas Global ke Indonesia Masih Terbatas, Pertumbuhan 2025 Diproyeksi Stabil
Dalam laporannya, perdagangan telah mendorong pergeseran lapangan kerja dari sektor pertanian ke sektor pertanian di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Meski demikian, tidak semua negara mengalami transformasi struktural yang meningkatkan produktivitas.
“Di Indonesia, pangsa tenaga kerja di sektor manufaktur tetap dan hampir tidak berubah selama tiga dekade terakhir,” tulis laporan tersebut.
Masalah regulasi tenaga kerja menjadi sorotan Bank Dunia. Untuk itu, pengurangan hambatan terhadap mobilitas internal tenaga kerja dapat menghasilkan peningkatan produktivitas dan pendapatan kerja hingga 20%.
Catatan lain yang disampaikan Bank Dunia yaitu defisit fiskal Indonesia yang melebar pada paruh pertama 2025. Ini terjadi seiring dengan penurunan penerimaan negara dibandingkan belanja pemerintah.
“Pemerintah memproyeksikan peningkatan total belanja pada 2025 serta defisit struktural yang lebih tinggi dengan fokus ulang pada subsidi untuk sektor pangan, transportasi, dan energi, serta investasi yang diarahkan oleh negara,” jelas laporan tersebut.
Selain itu, Bank Dunia juga menyebut kebijakan dalam negeri dan politik Indonesia berpotensi menekan pertumbuhan konsumsi dan investasi.
Sejalan dengan proyeksi Bank Dunia, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menguat dalam beberapa kuartal mendatang. Kondisi ini didukung oleh kombinasi kebijakan ekspansif pemerintah dan pelonggaran moneter.
Penempatan dana sebesar Rp 200 triliun oleh Kementerian Keuangan ke dalam sistem perbankan bersama dengan lima kali penurunan suku bunga BI secara berturut-turut, diperkirakan akan meningkatkan likuiditas dan pertumbuhan kredit.
“Sehingga memberikan dorongan pada pengeluaran rumah tangga dan aktivitas investasi, khususnya pada kuartal IV-2025,” kata Andry.
Andry menyatakan Bank Mandiri mempertahankan proyeksi bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh 5% pada 2025 dan 5,2% pada 2026. “Mencerminkan berlanjutnya transmisi kebijakan yang akomodatif serta pemulihan berkelanjutan pada komponen permintaan domestik,” jelas dia.

