Celios Minta Data Pertumbuhan Ekonomi Diaudit PBB, Kemenko Perekonomian: Metodologinya Ada
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Susiwijono Moergiarso memberikan respons terkait langkah yang diambil Center of Economic and Law Studies (Celios) yang meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaudit data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12%.
Menurut Susi, demikian sapaannya, data yang dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 dilakukan secara transparan dan memiliki metodologi. Maka dari itu, ia memastikan data pertumbuhan ekonomi merupakan data yang kredibel.
"Semua angka itu kan transparan, sistemnya ada, metodologinya ada. Kita bisa jelaskan semuanya. Dan itu sudah rutin, reguler, per kuartal kan memang dihitung. Jadi nggak ada masalah," ucapnya di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga
Apabila benar PBB akan mengaudit data pertumbuhan ekonomi, anak buah Airlangga ini mengungkapkan bahwa BPS pasti akan bisa menjelaskan secara transparan. ia juga menegaskan tidak ada kepentingan tersembunyi dalam paparan pencapaian pertumbuhan ekonomi itu.
"Kalau kita kan hanya ngomongin, menjelaskan, angkanya itu sangat bisa dijelaskan. Jadi relatif sudah bisa dijelaskan semuanya. Dan Kepala BPS kan sudah menjelaskan," terang Susi.
Sebelumnya, Direktur Kebijakan Fiskal Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar mengatakan United Nations Statistic Division dan United Nation Statistical Commision telah merespons surat mengenai dugaan kredibilitas data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Tadi malam sudah dibalas dan mereka akan merespons. Mereka akan merespons itu dan akan didiskusikan di internal PBB,” ujar Media, di kantornya, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

