Celios: PBB Respons Laporan Dugaan Window Dressing Pertumbuhan Ekonomi BPS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Kebijakan Fiskal Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar mengatakan United Nations Statistic Division dan United Nation Statistical Commision telah merespons surat mengenai dugaan kredibilitas data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Tadi malam sudah dibalas dan mereka akan merespons. Mereka akan merespons itu dan akan didiskusikan di internal PBB,” ujar Media, di kantornya, Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Media mengatakan masih menunggu informasi lanjutan dari komisi statistik PBB. Tetapi, dia tidak mengetahui apakah komisi statistik akan menghubungi BPS.
“Saya nggak tahu itu karena itu adalah bagian dari tugas mereka sebagai fungsi pengawasan data statistik,” kata dia.
Kebutuhan data menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Tanpa basis data yang tepat, arah perekonomian Indonesia ke depan dapat keliru.
“Karena kita nggak akan tahu, insentif seperti apa yang mau diberikan. Sebab, idealnya, kalau ekonomi terpukul, insentifnya kan naik,” ujar dia.
Dengan kenaikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2025, bangunan data akan timpang. Sehingga, tidak akan ada peningkatan anggaran perlindungan sosial (perlinsos).
Seperti diberitakan sebelumnya, Celios melaporkan BPS ke United Nations Statistics Division (UNSD) dan United Nation Statistical Commission. Langkah pengaduan ini menyoroti pentingnya independensi BPS agar terbebas dari kepentingan politik, transparan, dan menjaga integritas data.
Baca Juga
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyatakan inisiasi yang dilakukan Celios menjadi upaya untuk menjaga kredibilitas data BPS yang selama ini digunakan untuk berbagai penelitian.
“Surat yang dikirimkan ke PBB memuat permintaan untuk meninjau ulang data pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2025 yang sebesar 5,12% year on year,” kata Bhima dalam keterangan resminya, diakses Senin (11/8/2025).
Meski demikian, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan proses perhitungan PDB yang dilakukan BPS telah mengacu pada manual internasional.
“Data-data kami kumpulkan juga dari daerah oleh BPS se-Indonesia,” kata Amalia kepada investortrust.id, Senin (11/8/2025).
Amalia menjelaskan bahwa konsumsi masyarakat terlihat bergeser. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor konsumsi restoran dan transportasi. Dua sektor ini masuk dalam komponen konsumsi rumah tangga yang naik menjadi 4,97% secara tahunan.
Dalam data yang didapat investortrust.id, sektor transportasi dan komunikasi mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,32% secara tahunan. Sementara itu, sektor restoran dan hotel tumbuh sebesar 7,32% secara tahunan.
“Seiring dengan mobilitas yang sangat tinggi selama kuartal II-2025,” jelas dia.

