Jawa dan Sulawesi Catat Kontribusi dan Pertumbuhan Tertinggi pada PDB Kuartal II-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Seluruh wilayah Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi secara spasial pada kuartal II-2025. Namun, Pulau Jawa dan Sulawesi menjadi wilayah dengan kontribusi dan pertumbuhan tertinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) secara tahunan.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB nasional mencapai 56,94%, disusul Sumatera sebesar 22,2%. “Kontribusi wilayah Jawa terhadap PDB kuartal II-2025 sebesar 56,94%, diikuti wilayah Sumatera sebesar 22,2%,” ungkap Edy dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Pulau Kalimantan memberikan kontribusi sebesar 8,09%, Sulawesi 7,21%, Bali dan Nusa Tenggara 2,83%, sedangkan Maluku dan Papua menyumbang 2,73% terhadap total PDB nasional.
Baca Juga
Dari sisi pertumbuhan, Pulau Sulawesi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,83% secara tahunan, di atas rata-rata nasional yang berada pada 5,21%. Pulau Jawa juga tumbuh kuat sebesar 5,24%.
“Sumber pertumbuhan utama di wilayah Sulawesi adalah industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan,” jelas Edy.
“Sementara di Jawa, pertumbuhan didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi,” tambahnya.
Pulau Sumatera mencatatkan pertumbuhan 4,96% secara tahunan, ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.
Pulau Kalimantan tumbuh 4,95%, dengan pendorong utama dari sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.
Pertumbuhan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) mengalami perlambatan menjadi 3,73%, lebih rendah dibandingkan kuartal II-2024 yang mencapai 6,81%. Di wilayah ini, sektor akomodasi dan makanan, industri pengolahan, serta perdagangan menjadi penyokong utama.
Sementara itu, Maluku dan Papua hanya tumbuh 3,33% secara tahunan, turun tajam dari 8,45% pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

