Ketua Banggar: Belanja RAPBN 2026 Diproyeksikan Tembus Rp 3.820 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menjelaskan proyeksi belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam kisaran Rp 3.800 triliun hingga Rp 3.820 triliun.
“Belanja RAPBN kita itu sekitar Rp 3.800 triliun sampai Rp 3.820 triliun,” kata Said, saat ditemui di kompleks DPR, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Berdasarkan keputusan di Banggar, rentang untuk menghitung belanja negara pada RAPBN 2026 yaitu sebesar 14,19% hingga 14,83% dari PDB. Angka ini berubah dari Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKN) yang diajukan pemerintah 14,19% hingga 14,75% dari PDB.
Baca Juga
Pemerintah - DPR Sepakati Rentang Asumsi Makro RAPBN 2026, Pertumbuhan Ekonomi Dirancang Segini
Tak hanya belanja, perubahan batas atas juga terlihat dari asumsi untuk menghitung postur pendapatan negara. KEM-PPKF menunjukkan pendapatan negara menggunakan rentang 11,71% hingga 12,22% dari PDB. Sementara, kesepakatan berada dalam rentang 11,71% hingga 12,31%.
Said tak menjelaskan perubahan batas ini terjadi agar pemerintah melakukan upaya terbaik. “Pemerintah perlu best effort,” kata dia.
Perhitungan mengenai angka pendapatan dan belanja sendiri masih menunggu asumsi PDB yang digunakan. Said enggan membocorkan perkiraan asumsi yang akan digunakan pemerintah untuk menyusun RAPBN 2026.
“Walaupun kita tahu kira-kira akan seperti apa, tapi kan tidak boleh mendahului Nota Keuangan karena ini menyangkut angka,” ucap dia.
Baca Juga
Sekadar gambaran, Said mengatakan APBN 2025 menggunakan PDB sebesar Rp 22.139 triliun. Untuk RAPBN 2026, pemerintah akan memutuskan PDB yang digunakan setelah semester I 2025 selesai.
“Menunggu tren semester I 2025 seperti apa pertumbuhannya. Nanti ke depan kira-kira awal kuartal III-2025, Nota Keuangan masuk dan itu (PDB) sudah bisa diprediksi,” ujar dia.

