Pengamat Ungkap Penyebab Negosiasi RI dengan AS Soal Tarif Impor Sulit Berhasil
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengungkapkan penyebab negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) gagal. Menurutnya hal itu dikarenakan syarat yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump tidak dapat dipenuhi Indonesia.
Pasalnya, menurut Nailul, sebagaimana yang tertuang pada surat yag dikirimkan Donald Trump kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Amerika Serikat meminta menginginkan Indonesia untuk membangun pabrik di sana.
"Salah satu yang dipersyaratkan juga adalah sektor usaha Indonesia membangun pabrik di AS agar menyerap tenaga kerja AS. Susah untuk terealisasi karena biaya SDM yang tinggi, dan tidak cocok dengan kebutuhan industri Indonesia," ucap Nailul kepada Investotrust.id, Jumat (11/7/2025).
Oleh sebab itu, Nailul menilai, apabila pemerintah Indonesia melalukan negosiasi kembali dengan pihak AS, maka berpotensi tidak membuahkan hasil, yakni penurunan tarif impor di bawah 32%. Namun, negosiasi akan berhasil jika pemerintah memiliki strategi khusus.
"Tampaknya negosiasi tidak akan mengubah hasil, kecuali memang ada senjata Indonesia yang belum dikeluarkan oleh pemerintah," ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, Nailul menilai, pemerintah Indonesia perlu segera memperkuat ekonomi domestik melalui berbagai kebijakan terkait dengan daya beli. Selain itu, mempersiapkan industri dengan lebih matang melalui penguatan infrastruktur maupun organisasi.
"Kedua, pemerintah perlu mencari pasar alternatif selain AS untuk barang-barang produksi Indonesia. Pangsa pasar Amerika latin, Timur Tengah, dan Afrika menjadi potensial untuk saat ini. Kedua, jika berani, pemerintah dapat mengenakan tarif terhadap jasa dari Amerika Serikat, seperti jasa digital, hiburan, dan sebagainya," paparnya.

